Kekuatan Khusnudzon



Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang makmur dan sentosa. Hobi rajanya adalah berburu,dan kemanapun sang raja pergi ia selalu ditemani dengan pengawal setianya.
Pengawal setianya adalah orang yang sholeh dan selalu berkhusnudzon kepada kejadian apapun.
Suatu ketika saat sang raja,pengawal dan beberapa orang prajurit sedang berburu di hutan tiba-tiba ada seekor harimau yang sudah ada didepan sang raja. Tanpa pikir panjang harimau itu meloncat hendak menerkam sang raja.
Sang rajapun berusaha keras menghindar namun dua jarinya tergigit oleh harimau tersebut. Semua pasukan bahu membahu membantu sang raja terbebas dari harimau tersebut dan berhasil membunuhnya dengan tombak, namun naas sang ternyata 2 jari sang raja putus,rajapun merintih kesakitan.
Sang pengawal yang begitu dekat dengan raja tersebut berusaha menenangkan sang raj dan membalut lukanya agar tidak terus-terusan mengeluarkan darah. sang pengawal berkata : "Sabar raja, pasti ini yang terbaik dari Allah untuk mu".
mendengar perkataan itu sang raja langsung naik pitam.
"Kurang ajar kamu... Aku jadi cacat, jariku buntung kau bilang ini yang terbaik. Perajuriiit.. bawa dan masukan pengawal jahat ini kedalam penjara bawah tanah".
Prajuritpun segera menyeret pengawal tersebut, saat diseret pengawal tersebut terus-terusan berkata "Pasti keputusan Allah ini yang terbaik buat saya" hingga raja dibuat bingung olehnya.
Singkat cerita Dihari yang tenang dan saat sudah pulih raja amat rindu untuk berburu kehutan. ia pun pergi ke hutan tanpa ditemani pengawal yang dulu selalu setia menemaninya.
Begitu asiknya raja berburu semua tangkapanya ia berikan kepada para prajurit dan menyuruhnya dibawa ke istana. Raja ingin berburu sendiri menyusuri hutan.


Begitu terpesonanya raja akan keindahan hutan dan berbagai satwa dan tumbuhan yang ada didalamnya. Raja tak sadar kalau hari mulai gelap dan setelah ia berniat pulang ia lupa arah jalan pulang.
Tersesatlah raja dihutan sendiri, sampai akhirnya raja tertangkap oleh orang-orang primitif yang suka memakan daging-daging mentah bahkan daging manusia yang bukan dari golongannya.
sang raja pun ditangkap dan hendak dijadikan santapan makan malam mereka.
Sang raja berusaha menjelaskan kalau dia adalah raja dan akan memenuhi apapun yang mereka inginkan asal ia jangan dibunuh.
Mengetahui hal itu sang raja bukan malah melepaskannya namun justru kepala sukunya meminta rakyatnya untuk mempersembahkannya kepada dewa mereka terlebih dahulu sebelum dimakan.
Raja pun amat panik, setelah semua upacara persembahan dimuai kepala suku memeriksa semua tubuh raja. Dia amat murka mengetahui fisiknya yang tidak sempurna.
"Kau buntung, kau tidak sempurna. Upacar sudah mau dimulai Dewa bisa murka mengetahui persembahannya cacat.
Kalian bawa orang ini pergi jauh dari tempat ini agar dewa tidak murka".
Raja pun akhirnya tidak jadi disembelih dan diantarkan ketempat yang jauh yang justru sangat dekat dengan istannya.
Singkat cerita setelah raja sampai diistana ia langsung memanggil prajurit untuk melepaskan pengawalnya dan segera membawanya kehadapan raja.
setelah pengawal tersebut dihadapannya raja berkata :"Kau benar pengawal jariku yang buntung yang dimakan harimau dulu adalah takdir Allah yang terbaik untuku". "Apa maksud paduka?" Rajapun menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya.
Usai bercerita raja bertanya pada pengawal "Tapi kenapa saat aku masukan kau kepenjara kau terima begitu saja? tidak melawan bahkan kau bilang itu yang terbaik untukmu?"
"Paduka hamba selalu percaya segala keputusan Allah itu yang terbaik untuk hamba. Tidak ada takdir terjadi atas izin Allah. Dan jika Allah tidak mengizinkan hamba masuk penjara tentulah hamba tidak akan masuk penjara. Semua yang terjadi itu sudah Allah atur. Seandainya hamba tidak ada didalam penjara tentu kemanapun paduka pergi pasti hamba ikut seperti biasanya. Termasuk saat paduka tersesat dan ditangkap oleh orang-orang primitif itu. Mungkin jika Allah takdirkan demikian saat ini hamba sudah jadi menu makan malam mereka paduka.
Apapun yang terjadi hamba akan selalu berkhusnundzon terhadap segala keputusan Allah".
Rajapun memeluk pengawal tersebut dan terharu menitikan air matanya.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu, Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu" (Hadits Qudsi)

Belum ada Komentar untuk "Kekuatan Khusnudzon"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel