Pentingnya Keyakinan Penuh Kepada Allah




Namaku Doni saat itu aku duduk di kelas dua SMP. Aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu namun kaya akan pendidikan keluarga.
Suatu hari aku bingung karena 3 hari lagi aku harus ikut study tour ke Jogja namun tinggal aku sendiri yang belum bayar.
Untuk kesekian kalinya usai pulang sekolah aku menemui bapa.
"Pa tournya tiga hari lagi, masa cuma Doni yang belum bayar pa?" Rengeku pada bapa.
"Apa Doni sudah berdoa dan minta ?" tanya bapa.
"Udah pah". Jawabku
"Mungkin do'mu kurang khusyu, coba sekarang sholat dan berdoalah kembali dengan khusyu. Kalau Allah mengizinkan kamu pergi tour bersama teman-temanmu. pasti Allah berikan jalan".
"Baik pa" Jawabku singkat.
Hatiku berbeda dengan ucapanku yang nurut sama bapa dalam hatiku "ah bapa gimana . aku minta uang buat iuran tour ke Jogja malah suruh berdoa. Payah" Ingin sekali rasanya aku mengatakan itu pada bapa tapi aku tidak berani.
Singkat cerita sampailah pada hari Sabtu, hari dimana aku harus berangkat ke Yogya.
Aku berkemas dan sangat berharap bapa memberikan ku uang agar aku bisa kesana. "Pa hari ini berangkat, aku sudah berdoa tapi masih belum di kasih uang juga. ini hari terakhir pa"
Pergilah nak. berangkatlah ke sekolah. bukan uang yang membuatmu bisa berangkat ke Jogja. Meski sudah iuran kalau Allah tidak izinkan kamu pergi maka kamu tidak akan pergi. Betapa banyak orang kaya yang begitu banyak uangnya tapi sekarang hanya bisa berbaring dan berangan-angan untuk bisa bepergian".
zleeebbb terasa menusuk sekali takdir hari ini. kata-kata bapapun terus teringat ditelingaku. Aku yakin aku takan bisa ikut . Meski begitu kupaksakan langkahku untuk tetap berangkat kesekolah. Malu dan berat sekali rasanya untuk berangkat.
Tibalah aku kesekolah,terlihat deretan bus ada di pinggir jalan sekolahku. semua sedang siap-siap untuk naik.
Aku duduk sendiri dibawah pohon beringin di halaman sekolah,berharap bapa datang membawa uang untuk membayar agar aku bisa ikut.
Setelah semuanya siap satu persatu teman-temanku naik ke bus.
"Don kamu ga naik?"
Sahut Mia dari belakang mengagetkanku.
"Ngga mi"Jawabku Lirih.
"Loh Kenapa?"tanya mia penasaran.
"anu mi..eee "
"Kenapa Don kamu sakit"
"Ngga mi, aku belum bayar ongkosnya".
"Ooohh... ya sudah mungkin bapamu lagi jalan kemari membawa ongkosnya. ya udah aku naik duluan ya don"!
Jawaban Mia semakin membuat aku berharap bapa segera datang.
Namun sampai waktu yang ditentukan bapa juga belum kunjung datang.
Mobilpun berjalan satu persatu. tiba-tiba ada satu mobil yang berhenti. aku sangat berharap aku bisa ikut dimobil terakhir yang merupakan mobil yang mengangkut teman-teman kelasku.
Ku lihat Bagus ketua kelasku turun dari bus. dan berjalan ke arahku.
"Don kamu ko ga naik ke bus"
tanya Bagus.
"Aku tidak ikut gus. aku belum bayar" sahutku .
"oh ya sudah ya don. tolong jaga sekolahan ya" ujar bagus sambil menepuk pundaku.
Akupun semakin sedih dibuatnya. masa aku disuruh jaga sekolahan. wah ini mengejek ni ujarku dalam hati.
15 menit berlalu aku masih duduk termenung disekolah dan masih tak percaya dengan apa yang terjadi.
Sekian lama melamun tiba-tiba aku melihat mobil Honda Jazz dan aku sangat hapal betul mobil siapa itu.
Itu adalah mobil yang setiap pagi mengantarkan Riska teman seangkatanku beda kelas. aku kelas B dan dia kelas A.
terlihat Riska dan ibunya turun dari mobil dan bertanya pada security sekolah. ternyata Riska hendak pergi ke Jogja juga namun busnya sudah berangkat.
Riska melihatku dan menghampiriku.
"Donii... kamu ketinggalan bus juga?" Tanya Riska.
"ya gitu de ris" ujarku malu-malu.
Akhirnya Riska meminta ibunya mengantarkan kami menyusul bus. tapi aku ceritakan bahwa aku tidak bisa ikut naik bus karena aku belum bayaran.
Riska merengek meminta ibunya yang seorang manager pemasaran itu untuk mengajaknya pergi ke Jogja.
"Sambil piknik ma. nanti habis lebaran ga jalan-jalan ga papa deh ya ma".
Akhirnya Riskapun berhasil membujuk ibunya. tidak susah Riska melakukan itu terlebih riska anak satu-satunya dan ayahnyapun sedang ada dinas di Luar negeri.
Akupun ikut Riska dan ibunya naik mobil,karena Riska dan ibunya terus memintaku untuk ikut sampai aku tak tega untuk menolaknya.
diperjalanan kami dibuat bingung Riska tertawa-tawa sendiri.
"Kenapa Ris?"
"Ini don aku lihat status fb maya katanya mereka sedang di bagi roti di bus tapi satu roti buat berdua. maya kan rakus banget ya kurang banyak bagi dia mah".
"Oh takira apa" sahutku.
Tiba-tiba ibunya riska membelokan mobilnya.
"Loh mau kemana ma"
"Sebentar mama mau belanja dulu".
ternyata mamanya riska membelokan mobilnya kedepan mini market dan ia belanja banyak banget termasuk makanan dan snack yang mahal-mahal untuk kami.
Di Jogja kami bergabung bersama teman-teman yang lain . Usai tugas sekolah selesai dan teman-teman yang lain pulang. mamanya Riska mengajak kami kembali ke Malioboro. ternyata kami diajak belanja disana dan aku disuruh memilih juga.
Begitulah pengalamanku saat kelas dua SMP.
Bapa selalu mengajarkanku tentang kerja keras dan selalu berdoa dan meminta pada Allah.
Kini aku sudah dewasa dan sudah punya seorang anak.
Aku sekarang sudah menjadi seraong Direktur disebuah perusahaan ternama.
apa yang bapa didik ke aku. akan aku terapkan ke anak anakku. meski sekarang aku serba berkecukupan tapi akan aku didik anakku untuk berjuang dan berdoa untuk mendapatkan keinginannya.
Bapa selau bilang "Tidak dilarang meminta harta duniua pada Allah. yang dilarang itu mencari harta dengan cara-cara yang haram. mintalah harta yang banyak. bantulah orang-orang yang membutuhkan dan bantulah kebutuhan Agamamu.
aku seakan tidak percaya dengan berbagai keajaiban dan karunia yang Allah berikan padaku.
Bagus yang waktu SMP adalah anak orang kaya dan sangat dimanja orangtuanya kini ia adalah stafku.
Sekarang aku baru sadar apa yang dilakukan bapa selama ini adalah untuk mendidiku.
Benar bukan karena uang aku bisa ke Jogja dan mendapatkan apapun disana. tapi itu karena Allah mengizinkannya.
Seandainya aku banyak uang saat itu tapi Allah berikan aku penyakit tentu aku hanya akan berdiam diri dirumah.
La Haula Wala Quwata Ila Billah

Belum ada Komentar untuk "Pentingnya Keyakinan Penuh Kepada Allah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel