Tidak Ada Yang Geratis Semua Ada Bayarannya



Ini bukan artikel bisnis, meski dari judul kelihatannya mengajarkan sebuah ajaran bisnis , terutama dalam hal hokum jual beli. Tulisan ini ditulis atas dasar berbagai inspirasi dari berbagai jisah dan kejadian nyata. Baik kejadian yang dilihat sendiri, didengar, ataupun menurut cerita dari berbagai sumber.

Seperti kita tahu dewasa ini kemerosotan moral mulai merambah dimana-mana. Oleh karenanya tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk sama-sama belajar dari pengalaman orang lain, agar kita bisa terhindar dari berbagai kemerosotan moral tersebut.
Kawan�
Pernahkah kau dengar orang yang awalnya sangat miskin dan serba kesusahan, namun akhirnya dia menjadi orang yang kaya raya, melebiihi orang-orang kaya yang ada di daerahnya.
Atau ada juga anak orang miskin, lagi terlahir dari orangtua berlatar belakang pendidikan sangat rendah, tapi akhirnya anaknya menjadi seorang professor atau pengusaha yang kaya raya dan super pandai diatas rata-rata manusia pada umumnya.

Sebaliknya tidak jarang ada orang yang sangat kaya raya, usahanya dimana-mana. Namun dalam hitungan tahun bahkan bulan semua usahanya gulung tikar.
Atau seorang anak orang kaya lagi berpendidikan tinggi, namun anaknya hanya menjadi belenggu jauh dari kata membanggakan keluarga.
Lalu kenapa itu bisa terjadi ?  Kenapa nasib kedua cerita tersebut bisa bertolak beakang?
Inilah maksud dari judul �TIDAK ADA YANG GERATIS SEMUA ADA BAYARANNYA�
Bayaran yang penulis maksud adalah balasan dari Tuhan baik di Dunia terlebih di Akhirat .
Tidak jarang kawan, anak orang kaya, atau anak pemimpin suatu persahaan atau instansi mereka bekerja seenaknya karena pimpinannya adalah ayahnya sendiri. Mungkin tidak terlalu besar dampaknya jika apa yang ia lakukan hanya mengurangi income perusahaan ayahnya, tapi lain cerita jika itu berdampak luas terhadap masa depan orang banyak, bahkan anak-anak negeri.
Mungkin ia bisa selamat, karena banyak orang memendang ayahnya, namun kawan Allah tak tidur, ia pasti akan membyar sesuai perbuatan yang kita lakukan.
Jika bukan hancurnya karier, seretnya rizki, gundah-gulananya hidup, bisa juga penyakit yang mematikan atau justru meninggal muda. Saya bukan menakut-nakuti kawan tapi ini hanya pendapat berdasarkan beberapa bukti.
Bukti yang lebih indah adalah , anak seorang petani, bekerja disebuah, instansi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. Akhirnya kariernya melejit, rezekinya gampang, hidupnya bahagia.
Itu hanya balasan dunia bagaimana jika sudah Akhiat kawan ? mending kalau balasan yang indah, jika siksa kubur dan neraka yang abadi. Nau�dzubillahimindzalik .
Karena pasti setiap perbuatan baik buruk kita akan kita dapat bayarannya Dunia maupun Akhirat.
Betapa banyak orang-orang yang membela hak orang miskin, yang akhirnya hidupnya jadi lebih bahagia setelahnya. Dan tidak sedikit pula orang yang lebih membela penguasa lagi berharta meski ia sewenang-wenang terhadap rakyatnya, hingga akhirnya balasannya sangat mengerikan. Itulah kenapa kita tidak boleh mengharapkan balasan dari makhluk-Nya. Itu sama saja kita menduakan Tuhan. ITU SYIRIK NAMANYA.
Apalagi bagi mereka yang begitu bangga memakan uang rakyat sehingga penjara hampir penuh oleh kasus yang sama.
Jika bukan penjara, jangan kau kira mereka aman kawan. Meski mereka selamat dari KPK pasti Allah bayar mereka dengan balasan yang setimpal. Uang haram yang mereka makan untuk diri dan keluarga akan menjadi siksa abadi untuk dirinya juga orang-orang yang ia sayangi, betapa sih lamanya umur Dunia ini . hari-hari begitu cepat sekali berganti, bahkan tak terasa tiba-tiba sudah mau Ramadhan, raga sudah mulai tua, bahkan umur kita tak tahu tinggal berapa tahun lagi, bahkan bulan, bahkan mungkin juga hari, jam, atau menit kita akan dipanggil kepada-Nya untuk kembali.
Oleh karena itu kawan saya mengajak diri prbadi dan umumnya bagi yang sudi membaca.
Ayo kita lakukan yang terbaik dalam setiap apa yang kita lakukan, baik dalam pekerjaan, terlebih dalam Ibadah dan beramal. Karena pasti Allah balas dengan balasan yang adil. Jangan iri pada mereka yang bekerja asal-asalan, asal masuk, asal absen, asal  kerja dan lain-lain tanpa memikirkan bagaimana hasil dari pekerjaannya, bagaimana pekerjaannya bisa menjadi ladang pahala, bagaimana pekerjaannya bisa menyumbang untuk kemajuan Negeri dan Generasinya. Jika kau lihat seseorang yang bekerja asal-asalan, bahkan jarang masuk hanya karena yang sudah dijelaskan diatas. Perhatikan kawan, mungkin dia akan selamat dari marahmu dan marah rekan-rekanmu, namun dia pasti dia takan selamat dari balasan-Nya yang setimpal.
Sayapun bukan orang baik, oleh karena itu saya menulis ini,. Dengan harapan ini bisa menjadi cambuk atau pengingat buat diri pribadi dan yang lain. Agar kita sama-sama berjuang merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu kewaktu.


Belum ada Komentar untuk "Tidak Ada Yang Geratis Semua Ada Bayarannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel