Kematian


Kehadirannya adalah misteri
Ia datang pada siapa saja
Tak peduli muda, tak peduli tua
Jika sudah waktunya ia pasti datang jua

Saat ia datang
Tak ada yang bisa menolak
Tak ada yang bisa bersembunyi
Benteng yang kokoh, penjagaan yang ketat semua akan percuma
Meski kau marah pada kehadirannya ia takan peduli
Meski kau meronta menolaknya ia tetap menghampiri

Berjuta kenangan dan beban masalah keduniaan
Keterikatan , harta , bahkan jabatan takan mampu menangguhkan
Jika sudah waktunya ia pasti datang tepat waktu
Tak bisa dipercepat apalagi ditunda

Kematian
Saat lidah mulai kelu, raga lemah tiada berdaya
Saat keluarga, harta, dan jabatan sudah tak lagi mampu menolong
Jiwa meronta akhirnya hanya bisa pasrah menerima
Mau tak mau , suka tak suka
Malaikat mulai mencabut ruh dari raga
Tanda waktu kita di Dunia telah usai
Akhirnya raga dimandikan..
Disholatkan, lalu dikuburkan�

Harta yang mati-matian dicari ditinggalkan
Jabatan yang tidak jarang membuat angkuh hanya menambah beban
Wajah rupawan yang kadang membuat ujub, akhirnya hancur perlahan-lahan
Kulit , daging, dan darah perlahan meleleh , melebur kembali menyatu dalam tanah

Duhai diri yang kotor�.
Duhai diri yang serakah�
Sampai kapan engkau sadar, seberapapun besar kekayaan yang dimiliki
Ia hanya titipan yang kelak pasti ditinggalkan
Seberapa tinggipun jabatan dan gelar yang kau sandang ia hanyalah amanat
Amanat yang pasti dimintai pertanggung jawaban

Kenapa harus bersusah payah menumpuk harta , sampai tak peduli halal haram
Kenapa sampai angkuh merasa diri lebih dari yang lain, sampai kau lupa ia bisa membakar amalan
Kapan kita benar-benar sadar
Bahwa hakikatnya kita semua sedang mengantri menunggu kematian
Hakikatnya kita sedang mengumpulkan bekal untuk menuju alam keabadian

Jika kita sudah sadar , hanya amal, iman dan taqwa yang bisa dibawa sebagai bekal
Lalu kenapa kita tidak menjadikan itu sebagai hal yang utama
Begitu mudah kita tertipu fatamorgana dunia
Hingga kita dibuat terlena mengejar mereka yang terlihat pasti namun padahal semu
Hal yang pasti terjadi adalah kematian pasti kita alami
Kematian pasti datang.


�Demi Allah seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian , niscaya kalian akan melupakan jenazh tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri�.
(Imam Ghozali Mengutip atsar Al-Hasan)


�Wahai Tuhan kami! Kami telah mendzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi� ( QS.Al - A�raf :23 )

Belum ada Komentar untuk "Kematian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel