Rintihan Hati Seorang Ibu

Gb. http://www.leylahana.com



Anakku�
Sembilan bulan ibu mengandungmu
Tak bebas tidur , tak leluasa bergerak
Kadang merasa sakit namun tetap tak pernah teriak
Meksi sering kau tendang-tendang perut ibu
Ibu tetap bahagia, dan menanti kelahiranmu penuh damba

Anakku�
Bertaruh nyawa ibu melahirkanmu
Meski dokter berikan ibu pilihan sulit
Ibu tetap memilih menyelamatkanmu dibanding nyawa ibu sendiri

Anakku �
Meski masih terasa begitu sakit bekas oprasi ini
Jahitan dan darah masih terus menetes
Namun mendengar tangismu ibu bisa tersenyum penuh haru
Lalu ayahmu mengadzani dan meng qomatimu
Karena kami ingin engaku tumbuh dengan baik

Anakku..
Dua tahun ibu menyusuimu..
Selama itu pula kau sering ngompol dan buang kotoran ditangan ibu
Meski ibu baru istirahat
Tak mengapa engkau bangunkan ibu karena rasa hausmu
Ayahpun selalu banting tulang demi masa depanmu
Mendoakanmu selalu dalam setiap sholatnya

Anakku�
 kini kau telah tumbuh dewasa
Ingin rasanya ibu selalu memiliki waktu bersama mu
Meski kau selalu memilih nongkrong dengan teman-temanmu
Ibu tak mengapa asal kau bahagia

Tapi anakku..
Ibu dan ayah membesarkanmu
Bukan untuk menjadi penyebab masuk nerakanya kami
Ibu dan ayah sampai kini terus mencukupi semua kebutuhanmu
Bukan untuk kau tumbuh menjadi hamba-Nya yang durhaka

Air haram yang kau teguk, bahkan barang haram yang kau hisap
Sangat mengiris-ngiris hati kami orangtuamu

Anakku �
Apa yang akan Allah tanyakan nanti pada kami
Mungkinkah ia akan marah karena membiarkanmu terus dalam kubangan dosa
Meski kami selalu menasehatimu , namun kau terus membangkang
Meski kami rela menyekolahkanmu setinggi apapun
Tidak lain nak, orangtua hanya ingin kau menjadi anak yang baik..

Anakku�
Jika engkau lupa mendoakan kami
Jika engkau lupa caranya berbakti pada kami
Tak mengapa nak�
Karena kami ikhlas merawat dan membesarkanmu tanpa mengharap apapun..

Tapi nak�
Takah kau kasihan pada ayah�
Siang malam bekerja hanya agar kau bisa makan dan sekolah
Dalam setiap sujud berdoa agar anaknya menjadi sholeh

Nak ayah giat beribadah
Tiap malam bangun dari tidurnya untuk tahajud
Al-Qur�anpun terus dikumandangkan dirumah ini
Itu semua karena ayahpun sadar
Kita hidup untuk ibadah

Nak �
Jika kamu tak bisa menyelamtkan ibu dan ayah dari siksa neraka
Jika kamu tak mau mengantarkan ibu dan ayah kesyurga-Nya
Itu tak mengapa, kami ikhlas
Ibu hanya minta tolong padamu nak�
Tolong jangan kau seret ibu dan ayah keneraka-Nya
Karena kami takan kuat menahan pedih siksa-Nya

�Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.� (HR. Bukhari dan Muslim)
�Telah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung dileher ayahnya pada hari kiamat nanti. Lalu dia berkata � Wahai Rabbku, ambilah hakku dari orang yang mendzalimiku ini!� sang ayah berkata : �Bagaimana aku mendzalimimu sedang aku telah memberimu makan dan pakaian?� Sang anak berkata :�Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian , tetapi engkau melihatku melakukan maksiyat dan engkau tidak melarangku.� (Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Sya�ban 1420 H)





Belum ada Komentar untuk "Rintihan Hati Seorang Ibu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel