Makalah Pendidikan Sebagai Suatu Sistem


Pendidikan Sebagai Suatu Sistem Gb. DTTG

KATA PENGANTAR


            Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat serta hidayah-Nya sehingga makalah � Pendidikan Sebagai Suatu Sistem � ini dapat diselesaikan.
            Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi-materi yang ada pada mata kuliah Pengantar Pendidikan. Materi-materi ini bertujuan agar dapat menambah wawasan  dan pemahaman diri pada siswa tentang pendidikan sebagai suatu sistem.
             Semoga makalah ini berguna bagi pembaca dan penulis dalam pemahaman materi yang penulis sajikan. Mohon maaf apabila penulis terdapat kekurangan baik dari segi penulisan maupun isi makalah tersebut.






Purwokerto, 9 Oktober 2014 

Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................  1
DAFTAR ISI ..........................................................................................  2
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah ..................................................................  3  
1.2  Rumusan Masalah ������������������� 4              
1.3  Tujuan �����������������������.. 4     
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Pendidikan dan Sistem ������������.. 5
2.2  Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen
dalam Sistem Pendidikan ���������������� 6
2.3  Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sistem lain
dan Perubahan Kedudukan dari Sistem����������... 11
2.4  Pemecahan Masalah Pendidikan Secara Sistematik ������ 12
2.5  Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan �������... 14
2.6  Pendidikan Prajabatan (Preservice Education) dan Pendidikan
 dalam Jabatan (Inservice Education) �����������. 15
2.7  Pendidikan Formal, Non-Formal, dan Informal
sebagai Sebuah Sistem�����������������. 15
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ���������������������.. 17  
3.2 Saran ������������������������ 17
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................  18




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan membantu manusia untuk menum buhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Oleh karena keberadaan manusia yang tidak dapat terlepas dari lingkungannya maka berlangsungnya proses pendidikan itu selamanya akan berkaitan erat dengan lingkungan dan akan saling mempengaruhi secara timbal balik.
Potensi-potensi manusia dapat dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi secara efektif dan efisien antara manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial manusia. Interaksi manusia dengan lingkungannya secara efektif dan efisien yang memberikan pengalaman yang dapat mengembangkan potensi-petensi kemanusiaan itulah yang disebut pendidikan.
Interaksi manusia dengan lingkungannya dalam ruang lingkup pendidikan mengandung banyak aspek atau elemen-elemen yang sifatnya sangat kompleks. Kompleksitas elemen-elemen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam ruang lingkup pendidikan itu membentuk suatu sistem yang disebut sistem pendidikan.





1.2 Rumusan Masalah

            Dalam penulisan makalah ini, penulis ingin mengetahui :
1.      Pengertian Pendidikan dan Sistem
2.      Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan
  1. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sistem lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem
  2. Pemecahan Masalah Pendidikan Secara Sistematik
5.      Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan
  1. Pendidikan Prajabatan (Preservice Education) dan Pendidikan dalam Jabatan (Inservice Education)
  2. Pendidikan Formal, Non-Formal, dan Informal sebagai Sebuah Sistem
1.3 Tujuan

            Berdasarkan rumusan masalah diatas, makalah ini bertujuan untuk :
1.      Mengetahui Pengertian Pendidikan dan Sistem
2.      Mengetahui Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan
  1. Mengetahui Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sistem lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem
  2. Mengetahui Pemecahan Masalah Pendidikan Secara Sistematik
5.      Mengetahui Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan
  1. Mengetahui Pendidikan Prajabatan (Preservice Education) dan Pendidikan dalam Jabatan (Inservice Education)
  2. Mengetahui Pendidikan Formal, Non-Formal, dan Informal sebagai Sebuah Sistem

     



BAB II

PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM

2.1  Pengertian Pendidikan dan Sistem

     2.1.1 Pengertian Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur, Kurikulum dan peralatan atau fasilitas. Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan menduduki posisi penting dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat menentukan nasib bangsa. Dunia pendidikan tidaklah sebatas mengetahui ilmu dan memahaminya, akan tetapi dalam dunia pendidikan sangat berhubungan dengan dunia luar yang nyata. Pendidikan terdiri dari berbagai elemen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama, dari hal itu dapat disebut bahwa pendidikan sebagai suatu system. Pendidikan sebagai suatu sistem tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan baik fisik maupun makhluk hidup yang lain, karena pelajaran tidak hanya didapat dari pelajaran sekolah ataupun lembaga pendidikan formal, namun pendidikan juga membutuhkan pelajaran dari alam atau lingkungan sekitar.

     2.1.2 Pengertian Sistem

          Menurut Tatang Amirin (1992), system merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem berasal bari bahasa Yunani �systema�, yang berarti sehimpunan bagan atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan . Istilah sistem adalah suatu konsep yang abstrak. Defnisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai satu tujuan. 
          Zahara Idris (1987) mengemukakan bahwa sistem adalah kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekadar acak, yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil (produk). Sebagai contoh, tubuh manusia merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen, antara lain jaringan daging, otak, urat-urat darah, syaraf, dan tulang-tulang. Setiap komponen-komponen itu mempunyai fungsi-fungsi sendiri (fungsi yang berbeda-beda) dan satu sama lain saling berkaitan sehingga merupakan suatu kesatuan yang hidup. Dengan kata lain, semua komponen itu berinteraksi sedemikian rupa sehingga mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.  Dari dini dapat dikatakan bahwa system kependidikan merupakan perangkat sarana yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lain dalam rangka melaksanakan proses pembudayaan masyarakat yang menumbuhkan nilai-nilai yang sama sebangun dengan cita-cita yang diperjuangkan oleh masyarakat itu sendiri.
          Sistem pendidikan pada hakikatnya adalah seperangkat sarana yang dipolakan untuk membudayakan nilai-nilai budaya masyarakat yang dapat mengalami perubahan-perubahan bentuk dan model sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup masyarakat dalam rangka mengejar cita-cita hidup yang sejahtera lahir maupun batin.

2.2 Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan atau sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur/jenjang.  Pendidikan sebagai sebuah system terdiri dari sejumlah komponen. Komponen merupakan bagian yang ada dalam suatu sistem yang melakukan atau memainkan fungsi tertentu dalam rangka mencapai tujuan sistem. Dalam suatu sistem pasti memiliki tujuan yang akan dicapai karena sistem sangat erat hubungannya dengan tujuan jika tujuan tidak ada dalam sistem maka tidak bisa dikatakan sebagai sistem. Untuk mencapai tujuan di dalam sebuah sistem memiliki komponen-komponen yang bekerja, berinteraksi, dan memiliki ketergantungan antara yang satu dengan yang laiinya sehingga menjalankan roda grigi komponen-komponen dalam suatu sistem. Satu komponen tidak dapat bekerja dengan maksimal maka akan mempengaruhi komponen yang lain dan akan mempengaruhi sistem untuk mencapai tujuannya.
Komponen sistem juga merupakan subsistem dari suatu sistem yang lebih besar atau setiap sistem terdiri dari sub-subsistem. Namun demikian menurut fungsinya tidak semua komponen sistem tersebut memiliki hubungan langsung dengan komponen yang lain. Dapat dikatakan bahwa dalam suatu sistem ada komponen sistem integral dan ada komponen sistem tidak integral.
Bagan Sistem Pendidikan
Putus Sekolah
 

Dalam bidang pendidikan terdiri dari beberapa komponen-komponen yang menunjang yaitu:
a.       Input Pada Sistem Pendidikan
Siswa baru merupakan masukan mentah (raw input) yang akan diproses menjadi tamatan (out put). Siswa berstatus sebagai subjek didik karena siswa (tanpa pandang usia) adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya dan ingin mengembangkan diri (mendidik diri) secara terus-menerus guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dijumpai sepanjang hidupnya.
b.      Instrumental Out Put Pada Sistem Pendidikan
Guru dan tenaga nonguru, administrasi sekolah, kurikulum, anggaran pendidikan, prasarana dan sarana merupakan masukan instrumental (instrumental output) yang memungkinkan dilaksanakannya pemrosesan masukan mentah menjadi tamatan.
-          Guru dan Tenaga Nonguru
Guru ialah orang yang memikul tanggung jawab untuk membimbing. Guru berbeda dengan pengajar sebab pengajar berkewajiban untuk menyampaikan materi pelajaran kepada murid, sedangkan guru tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pengajaran, tetapi juga membentuk kepribadian anak didik.
-          Tenaga Nonguru yang sering disebut sebagai tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1, BAB 1 Ketentuan Umum). Atau juga bisa diartikan merupakan tenaga yang bertugas merencanakan dan melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (UU No.20 THN 2003, PSL 39 (1)).

-          Administrasi Sekolah
Administrasi sekolah adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Kegiatan yang ada dalam administrasi pembiayaan meliputi tiga hal, yaitu: penyusunan anggaran, pembukuan, dan pemeriksaan.
-          Kurikulum
Materi pendidikan yang sering juga disebut dengan istilah kurikulum karena kurikulum menunjukkan makna pada materi yang disusun secara sistematika guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
-          Anggaran Pendidikan
Anggaran adalah biaya yang dipersiapkan dengan suatu rencana terperinci. Secara lebih khusus dapat dikatakan bahwa anggaran adalah rencana yang disusun secara terorganisasikan untuk menerima dan mengeluarkan dana bagi suatu periode tertentu.
-          Prasarana dan Sarana
Prasarana pendidikan adalah segala macam alat yang tidak secara langsung digunakan dalam proses pendidikan sedangkan sarana pendidikan adalah segala macam alat yang digunakan secara langsung dalam proses pendidikan. Prasarana pendidikan dapat juga diartikan segala macam peralatan, kelengkapan, dan benda-benda yang digunakan guru dan murid untuk memudahkan penyelenggaraan pendidikan dan sarana pendidikan dapat juga diartikan segala macam peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan penyampaian materi pelajaran
c.       Enviromental Input Pada Sistem Pendidikan
Corak budaya dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar, kependudukan, politik dan keamanan negara merupakan factor lingkungan atau masukan lingkungan (environmental input) yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap berperannya masukan instrumental dalam pemrosesan masukan mentah.
-       Lingkungan sosial budaya, yaitu nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup dan berkembang di sekitar lembaga pendidikan.
-       Lingkungan ekonomi, yaitu kondisi ekonomi yang ada di sekitar lembaga pendidikan dan masyarakat sekitar.
-       Lingkungan politik, yaitu keadaan politik yang terjadi pada daerah di mana lembaga pendidikan tersebut berdiri atau melaksanakan pendidikan.
-       Lingkungan keamanan, baik keamanan di sekitar lembaga pendidikan maupun di luar lembaga pendidikan.
-       Lingkungan Kependudukan yaitu kemampuan untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar lembaga pendidikan.

d.      Output Pada sistem Pendidikan
Output pada sistem pendidikan adalah hasil keluaran dari proses yang terjadi di dalam sistem pendidikan. Adapun output pada sistem pendidikan adalah:
-          Lulusan (Tamatan)
Lulusan pendidikan adalah hasil dari proses pendidikan agar sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. Diharapkan lulusan yang dihasilkan dapat memberikan nilai-nilai kehidupan bagi dirinya, lingkungan, dan Tuhannya. Setidaknya, lulusan tersebut dapat mentransformasikan (mengembangkan dan melestarikan) budaya yang ada di lingkungan, kepribadiannya dapat terbentuk dengan baik, menjadi warga negara yang baik yang didasarkan atas landasan-landasan pendidikan, serta mampu bersaing di dunia kerja
Jika proses yang terjadi di dalam komponen-komponen pendidikan yang sudah dijelaskan di atas berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan maka hasil lulusan tersebut pun akan baik. Oleh sebab itu, proses berkesinambungan dari komponen-komponen pendidikan menentukan hasil nyata dari pendidikan tersebut yang didasarkan kepada tujuan dan dasar pendidikan.
-          Putus Sekolah
Kadang kala proses komponen-komponen pendidikan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebab adanya hambatan yang ada pada komponen-komponen tersebut sehingga peserta didik yang menjadi input dalam sistem pendidikan akan berhenti untuk melangsungkan pendidikannya (putus sekolah). Dengan kata lain, putus sekolah disebabkan oleh berbagai macam faktor hambatan pendidikan, baik dari diri peserta didik, proses pendidikan yang terjadi, maupun lingkungan sekitar pendidikan.

Komponen-komponen pendidikan yang telah dijelaskan berinteraksi secara berkesinambungan saling melengkapi dalam sebuah proses pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Proses pendidikan pada hakikatnya adalah interaksi komponen tersebut dalam sebuah proses pencarian, pembentukan, dan pengembangan sikap serta perilaku anak didik hingga mencapai batas optimal (Mahmud, 2009: 87).

2.3 Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sistem lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem

Pendidikan sebagai suatu sistem merupakan subsistem dari supra sistem, disamping mempunyai sub-subsistem pendidikan. Supra sistem (masyarakat) itu terdapat beberapa sistem, misalnya sistem ekonomi, politik, pendidikan, keamanan,dll.





Tingkatan Sistem dan Subsistemnya
Tingkat Keumuman
Sistem
Sub Sistem
Sub-Subsistem
Sub-Sub Sistem
I
Pendidikan Formal
Sekolah Menengah
Kurikulum Sekolah Menengah
Kelompok Mata Pelajaran
II
Sekolah Menengah
Kurikulum Sekolah
Menengah
Kelompok Mata Pelajaran
Mata Pelajaran
III
Kurikulum Sekolah
Menengah
Kelompok Mata Pelajaran
Mata Pelajaran
Pokok bahasan
IV
Kelompok Mata Pelajaran
Mata Pelajaran
Pokok bahasan
Sub Pokok bahasan

2.4 Pemecahan Masalah Pendidikan Secara Sistematik
a.       Cara memandang system
Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi system ataupun sebaliknya suatu system menjadi komponen dari system yang lebih besar , tidak lain daripada perubahan cara memandang ruang lingkup suatu system atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan.
Jika sebuah komponen suatu system dipisahkan dari komponen- komponen yang lain, dan dikaji secara tersendiri, maksudnya tidak lain yaitu agar komponen tersebut dapat dianalisis secara lebih dalam. Bagian-bagiannya dapat dianalisis fungsinya secara khusus , demikian pula dengan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dapat dipahami dengan seksama, sehingga dapat ditemukan cara-cara pemecahan secara lebih baik. Selanjutnya memandang sebuah system dalam ruang lingkup yang lebih besar (supra sistem) memiliki manfaat agar kita memandang suatu persoalan tidak lepas dari hal-hal yang melatar belakanginya. Sebab, dibalik sebuah system sebagai produk rekayasa, seperti system pendidikan, tentu terdapat konsep dan cita-cita.

b.      Masalah berjenjang
Semua masalah saling berkaitan satu sama lain, dalam hubungan :
-          sebab-akibat
-          alternatif masalah
-          latar belakang masalah

c.       Analisis system dalam pendidikan
Penggunaan analisis system dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efisien dan efektif. Prinsip utama dari penggunaan analisis system yaitu bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secara sistematik, artinya kita harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam masalah pendidikan yang akan dipecahkan. Cara demikian dapat dimungkinkan agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan setelah melihat alternative sebagai satu-satunya yang digunakan.   
Dengan demikian, jika tujuan system tidak tercapai sepenuhnya, maka dapat diusahakan:
-       Menemukan komponen yang mengandung kelemahan
-       Menemukan hubungan antarkomponen yang mengandung kelemahan
-       Memperbaiki komponen dan ataupun hubungan antarkomponen yang lemah tersebut
d.      Saling hubungan antar komponen
Komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu system yang baik. Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan suatu system secara optimal, karena komponen tersebuit tidak berhubungan secara fungsional dengan komponen yang lain.
Hubungan fungsional antarkomponen ini berupa hubungan yang bersifat dinamis antar komponen dan gerak fungsi dari seluruh komponen terarah kepada tujuan system.
e.       Hubungan system dengan supra system
Dalam ruang lingkup yang besar system saling berhubungan dengan system yang lain. System pendidikan hanya dapat terbina dan berkembang dengan baik apabila strategi pengembangannya mengindahkan pengembangan yang terjadi pada system-sistem lain. System-sistem tersebut secara keseluruhan membentuk suprasistem, sehingga pembangunan system pendidikan nasional (system) akan berhasil jika mengacu pada pembangunan nasional secara keseluruhan (suprasistem).

2.5  Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan

Pengajaran (Instruction)
Pendidikan (Education)
Lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang atau program tertentu seperti pertanian dan kesehatan.
Lebih menekankan pada pembentukan manusianya (penenamn sikap dan nilai-nilai).
Makan waktu relative pendek
Makan waktu relative panjang
Metode lebih bersifat rasional, teknis praktis.
Metode lebih bersifat psikologis dan pendekatan manusiawi.

Pembedaan dilakukan dengan maksud untuk keperluan analisis, agar masing-masing segi dapat didalami. Didalam praktek pelaksanaan pendidikan kedua-duanya diupayakan menyatu. Semakin luas wawasan dan pengetahuan seseorang semakin kukuh terbentuknya sikap dan nilai-nilai, sebaliknya kualitas sikap dapat mempengaruhi usaha memperluas dan memperdalam wawasan keilmuan seseorang. Dalam hubungan ini pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan sikap seperti sikap keterbukaan, sikap inovatif, dorongan untuk maju, kegairahan mencari dan menemukan sesuatu dan kepercayaan diri. Jika sikap tersebut sudah tertanam dan terbentuk, pencarian ilmu pengetahuan akan berlangsung dengan sendirinya.

2.6  Pendidikan Prajabatan (Preservice Education) dan Pendidikan dalam Jabatan (Inservice Education)
                         Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada orang-orang yang telah bekerja berupa penataran, maupun kursus-kursus. Tenggang waktunya sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan, serempak dengan kemajuan zaman dan perkembangan masyarakat, khususnya dunia kerja yang semakin berkembang.
                         Porsi pendidikan dalam jabatan semakin bertambah besar sehingga relative hampir sama dengan porsi pendidikan prajabatan. Di samping itu, kedudukannya juga menjadi bertambah penting. Dengan kata lain pendidikan prajabatan dan pendidikan dalam jabatan merupakan dua macam paket program pendidikan yang terikat dalam suatu system pendidikan yang terpadu.

2.7    Pendidikan Formal, Non-Formal, dan Informalsebagai Sebuah Sistem
                         Pendidikan formal (PF) sering disebut juga pendidikan persekolahan, yang berupa rangkaian jenjang pendidikan yang telah baku. Mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi (PT).
                         Bagi warga Negara yang tidak sempat mengikuti ataupun menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu dalam pendidikan formal (putus sekolah) disediakan pendidikan nonformal, untuk memperoleh bekal guna terjun ke masyarakat. Pendidikan nonformal (PNF) sebagai mitra pendidikan formal (PF) semakin hari semakin berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat dan ketenagakerjaan.
                         Hal-hal yang menjadi factor pendorong perkembangan pendidikan nonformal ialah:
-  Semakin banyaknya jumlah angkatan muda yang tidak dapat melanjutkan sekolah. Sedangkan mereka terdorong untuk memasuki lapangan kerja dengan harus memiliki keterampilan tertentu yang dipersyratkan oleh lapangan kerja.
-  Lapangan kerja, khususnya sector swasta, mengalami perkembangan cukup pesat dan lebih pesat ketimbang perkembangan sector pemerintah. Masing-masing lapangan keja tersebut menuntut persyaratan-persyaratan khusus, yang lazimnya belum dipersiapkan oleh pendidikan formal.

Pendidikan informalsebagai suatu fase pendidikan yang berada disamping dan didalam pendidikan formal dan nonformal sangat menunjang keduanya. Sebenarnya tidak sulit untuk dipahami karena sebagian besar waktu peserta didik adalah justru berada didalam ruang lingkup yang sifatnya informal. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal, nonformal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumber daya manusia sangat tergantung kepada sejauh mana ketiga sub system tersebut berperan.









BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pendidikan merupakan sistem terbuka dimana berjalannya sistem pendidikan tidak hanya dipengruhi oleh faktor-faktor internal melainkan juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal sebagai supra sistemnya. Sebagai komponen dari sistem kehidupan yang bersifat makro, di samping harus mengikuti kemauan atau tekanan faktor-faktor yang ada dalam di dalam sistemnya sendiri, pendidikan harus mampu melakukan antisipasi terhadap arah gerak faktor-faktor luar atau supra sistemnya yang dapat menjadi dasar untuk mengadakan pembaharuan di dalam tubuh pendidikan itu sendiri. Pendidikan hendaknya memiliki kreasi dan inisiatif yang bisa ditunjukkan kepada supra sistemnya dan sekaligus dapat berfungsi sebagai mercusuar terhadap lingkungannya sehingga pendidikan dapat menjadi penerang, contoh, dan teladan bagi lingkungannya.
Sebagai suatu sistem, pendidikan memiliki komponen-komponen yang sangat kompleks dan saling terkait serta berelasi satu sama lain. Penggunaan analisis sistem merupakan cara yang tepat untuk memecahkan berbagai permasalahan pendidikan. Prinsip utama penggunaan analisis sistem adalah berpikir secara sistematis, yakni memperhitungkan segenap komponen dalam menangani permasalahan pendidikan.

3.2 Saran
Hendaknya kita sebagai calon pendidik haruslah mengetahui bagaimana pendidikan sebagai suatu sistem tersebut. Dalam suatu sistem pendidikan terdapat masalah-masalah yang harus diselesaikan oleh pendidik. Pendidikan secara formal, informal dan nonformal haruslah dimengerti dan dilaksanakan sesuai adanya.


DAFTAR PUSTAKA

Idris, Zahara dan Lisma Jamal. 1992. Pengantar Pendidikan, Jakarta: PT. Gramedia Widia Sarana

Tirtarahardja, Prof. Dr. Umar dan Drs. S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta

http://zuwaily.blogspot.com/2012/11/komponen-komponen-dalam-sistem.html. diakses pada tanggal 3 November 2014


























LAMPIRAN DISKUSI

  Pertanyaan
1.      Jelaskan pemecahan masalah pendidikan secara sistematik!
2.      Apa yang dimaksud dengan system baru merupakan masukan mentah (raw input) yang akan diproses menjadi tamatan (out put)?dan mengapa Pendidikan formal, nonformal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan?
  Jawaban:
1.      Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik :
a.       Cara memandang system
Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi system ataupun sebaliknya suatu system menjadi komponen dari system yang lebih besar.
Contoh permasalahannya yaitu guru kurang professional dikarenakan kurangnya pelatihan yang diikuti oleh guru, sehingga dapat dikatakan guru kurang adanya pengalaman dan wawasan yang lebih luas dalam pendidikan. Pendidikan tidak bisa terpisah-pisah dari seorang guru dalam proses belajar mengajar.
b.      Masalah berjenjang
Adanya sebab dan akibat, yaitu guru yang kurang professional, dapat mengakibatkan tidak tercapai sepenuhnya tujuan pembelajarannya. Contoh missal guru yang tidak mengajar sesuai dengan bidangnya akan berdampak tidak baik bagi siswa dikarenakan materi yang diajarkan kurang dikuasai oleh guru tersebut.
c.       Analisis sistem dalam pendidikan
Penggunaan analisis system dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efisien dan efektif, yaitu dengan memaksimalkan penggunaan komponen-komponen yang ada di dalam pendidikan sesuai dengan porsinya.
Jika tujuan system tidak tercapai sepenuhnya, maka dapat diusahakan beberapa cara untuk memperbaiki komponen tersebut anatara lain:
-          Menemukan komponen yang mengandung kelemahan
-          Menemukan hubungan antarkomponen yang mengandung kelemahan
-          Memperbaiki komponen dan ataupun hubungan antarkomponen yang lemah tersebut
d.      Saling hubungan antar komponen
Komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu system yang baik. System tersusun atas komponen, jika tidak berhubungan baik maka tujuan pendidikan tidak akan tercapai.
e.       Hubungan sistem dengan supra sistem
Dalam ruang lingkup yang besar system saling berhubungan dengan system yang lain. System-sistem tersebut secara keseluruhan membentuk suprasistem, sehingga pembangunan system pendidikan nasional (system) akan berhasil jika mengacu pada pembangunan nasional secara keseluruhan (suprasistem).
Contoh : Supra system dalam pendidikan yaitu pembanguanan nasional dan sistemnya yaitu pendidikan, ekonomi, politik dan lain-lain.
2.      Yang dimaksud dengan system baru yaitu siswa baru yang akan diproses dalam pendidikan yang akan dijadikan tamatan atau lulusan yang memperoleh bekal dan ilmu.

Pendidikan formal, nonformal, dan informalketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan dikarenakan jika dipandang dalam segi pendidikannya jelas berbeda karena pendidikan formal merupakan pendidikan dalam sekolah atau instansi tertentu, pendidikan nonformal berada di dalam lingkungan masyarakat, sedangkan pendidikan informal merupakan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan keluarga. Dari ketiga jenis pendidikan tersebut sulit dipisahkan karena memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membentuk manusia seutuhnya sehingga diperlukan adanya pendidikan formal, nonformal, dan informal karena semua komponennya berpengaruh dalam proses pendidikan.

Belum ada Komentar untuk "Makalah Pendidikan Sebagai Suatu Sistem"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel