Makalah Penyakit Ikan dan Udang "Parasit Kutu Ikan (Argulosis)"

Parasit kutu ikan : Gb.theaquariumguide.com

BAB I

PENDAHULUAN

Parasit Kutu Ikan: Parasit merupakan organisme yang hidup pada organisme lain yang mengambil makanan dari tubuh organisme tersebut, sehingga organisme yang tempatnya makan (inang) akan mengalami kerugian. Parasitisme adalah hubungan dengan salah satu spesies parasit dimana inangnya sebagai habitat dan merupakan tempat untuk memperoleh makanan atau nutrisi, tubuh inang adalah lingkungan utama dari parasit sedangkan lingkungan sekitarnya merupakan lingkungan keduanya. Parasit dapat berupa udang renik, protozoa, cacing, bakteri, virus, dan jamur. Manfaat yang diambil parasit terutama adalah zat makanan dari inangnya.

Parasit ikan terdapat pada lingkungan perairan yang ada ikannya, tetapi belum tentu menyebabkan ikan menderita sakit. Ikan sebenarnya mempunyai daya tahan terhadap penyakit selama berada dalam kondisi lingkungan yang baik dan tubuhnya tidak diperlemah oleh berbagai sebab.Infeksi yang terjadi pada ikan karena serangan parasit merupakan masalah yang cukup serius dibanding dengan gangguan yang disebabkan oleh faktor lain.

Berdasarkan cara penyerangan, parasit dibedakan atas 2 golongan yaitu golongan ektoparasit (eksternal) dan endoparasit (internal), Ektoparasit adalah parasit yang menyerang bagian luar kulit, sisik, lender, dan insang. Sementara itu endoparasit adalah parasit yang menyerang bagian dalam.
BAB II
PARASIT KUTU IKAN (Argulus sp)

-       Klasifikasi Argulus sp

klasifikasi Argulus sp adalah sebagai berikut:

Filum                 : Arthopoda
Sub filum           : Crutacea
Kelas                  : Maxillopoda
Sub klas             : Branchiura
Ordo                  : Arguloida
Famili                 : Argulidae
Genus                : Argulus
Spesies               : Argulus sp.

-          Nama Penyakit

Penyakit kutu ikan disebabkan oleh parasit Argulus sp sehingga penyakitnya biasa disebut argulosis. Argulus sp atau kutu ikan (fish louse) merupakan ektoparasit yang menempel pada bagian luar tubuh ikan. sifat parasit cenderung temporer yaitu mencari inang secara acak dan dapat berpindah dengan bebas pada tubuh ikan lain atau bahkan bisa juga meninggalkannya. serangan parasit pada ikan-ikan muda yang biasanya berukuran kecil karena belum berkembangnya system pertahanan tubuh. selain menginfeksi ikan Argulussp juga berperan sebagi vector bagi virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit pada ikan.

-          Nama inang

Argulus spmenyerang hampir semua jenis ikan air tawar, baik ikan konsumsi maupun ikan hias. Contohnya ikan gurami, ikan lele dan ikan mas.

-          Ciri-ciri morfologi Argulus sp

Argulus sp berbentuk pipih dan pada bagian dorsal dilindungi oleh karapas yang menutupi hampir seluruh bagian tubuhnya. Bagian sisi karapas ini dapat sedikit digerakkan ke atas dan ke bawah seperti sayap. Pada bagian anterior terdapat dua pasang antena, sepasang mata majemuk, mulut, organ pengisap, dan maxilla pada ujung-ujungnya terdapat pengkait berfungsi untuk mengaitkan diri pada inangnya. Bagian posterior terdiri dari 3 segmen yang masing-masing berhubungan dengan sepasang kaki renang. Bagian perut tidak terlihat jelas, berbentuk seperti ekor.
Secara keseluruhan susunan tubuh Argulus sangat cocok untuk sifat hidupnya sebagai parasit. Ia juga dapat menyesuaikan kekuatan cengkeramannya dengan kecepatan gerak ikan. Makin cepat ikan berenang, makin kuat pula cengkramannya sehingga ia tidak mudah lepas.
\
Berikut contoh beberapa bentuk Argulus sptersebut :

-          Siklushidup (daur hidup) dan habitat Argulus sp

Dalam siklus hidupnya, Argulus menggunakan ikan sebagai inangnya, mereka menginfeksi jenis ikan air tawar dan ikan laut. Argulus menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya dengan berenang di sekitar inangnya karena Argulusmerupakan perenang yang baik, ia berenang mencari ikan untuk dihisap darahnya. Perkembangbiakan terjadi secara kawin karena jenis Argulus ini ada jantan dan betina, ukuran tubuh jantan lebih kecil daripada betina. Argulus betina dapat menghasilkan 100 butir telur atau lebih yang ditempelkannya pada permukaan benda padat. Telur akan menetas dalam waktu 25 hari. Masing - masing telur pada umumnya menetas pada waktu yang berbeda Larva Argulusdengan ukuran 0.6 mm bersifat planktonik sebelum akhirnya menyerang ikan. Larva ini akan berganti kulit selama 8 kali sebelum mencapai dewasa dengan ukuran 3-3.5 mm.

-          Kondisiideal bagi Argulus sp

Telur Argulus sp. menetas dalam 17 hari pada suhu 23oC dan 30 hari pada suhu 20oC. Keseluruhan daur hidup memerlukan waktu 55 hari pada suhu 20oC. Telur menetas setelah 10 hari pada suhu 35oC dan setelah 61 hari pada suhu 15oC. Telur diletakan dalam sebulan baru menetas hal ini terjadi sepanjang tahun. Telur menetas 35-37 hari pada suhu 15-16oC, dari menetas sampai menjadi betina yang matang telur membutuhkan waktu 49 hari. Setelah menetas langsung menjadi matang telur. Stadium larva memiliki antenna kedua yang panjang dan palpus mandibula. Selama beberapa hari molting sampai 6 kali (2-6 hari) kemudian matang telur kira-kira 4 minggu tergantung suhu. Selama siklus hidupnya, telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan terendam secara aman dalam sisik ikan dan setelah menetas Argulus tersebut akan bermetamorfosis menuju dewasa. Seluruh siklus memakan waktu antara 3-10 hari tergantung pada suhu. Setelah menetas mereka harus menemukan inang baru dalam sekitar 4 hari atau mereka akan mati.

-          Kebiasaan hidup

Argulus sp menempel pada tubuh ikan untuk menghisap darah setelah kenyang mereka akan lepas dari tubuh ikan dan apabila lapar mereka akan kembali menempel pada tubuh ikan untuk dihisap darahnya. Oleh karena itu argulus juga dapat membawa penyakit dan bakteri dari satu ikan ke ikan yang lain.  Dengan tubuh transparan dan ukuran 5-8 mm Argulus spsangat mudah dikenali.

-          Cara penyerangan argulussp pada ikan

Serangan Argulus tidak menimbulkan ancaman kematian pada ikan yang bersangkutan. Akan tetapi luka yang ditimbulkannya dapat menjadi rentan terhadap serangan jamur dan bakteri. Pada serangan yang sangat parah ikan dapat kehilangan banyak darah, atau juga mengalami stress osmotik akibat luka-luka yang menganga sehingga tidak tertutup kemungkinan pada serangan yang sangat parah dapat menyebabkan kematian. Argulus diketahui dapat pula menjadi vector penyakit lainnya.

Cara penyerangan :

1.      Argulus menyerang pada semua jenis ikan air tawar dengan menusukkan stilettonya dan melepaskan sengat agar tidak terjadi pembekuan darah.
2.      Argulus menyerang dengan menghisap darah inangnya
3.      Argulus menempel pada bagian kulit yang lunak dan banyak pembuluh darahnya, seperti pangkal sirip dan daerah mulut.
4.      Setelah penyerangan, parasit ini melepaskan diri dan berenang lagi mencari mangsa lainnya
5.      Dalam keadaan tertentu, parasit ini dapat tahan berpuasa selama 3 minggu, dan bertindak sebagai parasit obligat.

Tanda-tanda Serangan:

Argulus melukai kulit dalam rangka mendaptkan darah korbannya sehingga sering menimbulkan memar merah pada bekas "gigitannya".  Selain dengan tanda ini, kehadiran parasit itu sendiri dpt mudah dilihat dengan mata telanjang berupa mahluk transparan berbentuk bulat mendatar dg diameter 5-12 mm.  Sepasang bintik mata dapat dilihat dibagian kepalanya. Ikan yang terjangkit akan menjadi gelisah, meluncur kesana kemari, atau terkadang melompat keluar dari permukaan air, serta menggosokan badannya pada dasar akuarium atau dekorasi & benda lainnya. Serangan yang parah bisa menyebabkan ikan manjadi malas, kehilangan nafsu makan, & warna berubah menjadi opak sebagai akibat produksi lendir yang berlebihan. Ikan yang terserang Argulus sp.sering menunjukkan tanda gatal-gatal (menggosok-gosokkan tubuh pada benda-benda dalam air), ini disebabkan aktifitas parasit yang mengambil makanan.Infeksi Argulus sp juga dapat mendukung infeksi sekunder yang disebabkan olehbakteri, tubuhya menjadi kurus, gerakannya sangat lemah, bekas gigitan terlihat berwarna kemerahan.

Penyebab Argulus sp ini, umumnya melalui pakan hidup yang  berasal dari hewan akuatik, selain itu peralatan yang terkontaminasi parasite. Penularannya dapat melalui air dan melalui kontak langsung dengan ikan lain, biasanya penyakit ini sering muncul pada kolam ikan yang kualitas airnya buruk.

-          Gejalayang muncul

Gejala serangan penyakit Kutu ikan (Argulus) ditandai adanya ikan lele semula gemuk berubah menjadi kurus. Parasit menempel di kulit, sirip, serta insang. Bekas penyerangan kelihatan kemerah-merahan.
Pencegahan terhadap serangan penyakit kutu ikan (Argulus) adalah melakukan pengeringan kolam serta pengapuran sebanyak 200 g/m�, melakukan penyaringan Air masuk.
Gejala yang sering timbul :

a)      Pendarahan pada kulit ikan
b)      Perubahan warna pada kulit
c)      Terdapat bintil-bintil
Contoh beberapa gambar dari ikan yang terserang Argulus sp

-          Cara pencegahan dan penanggulangan

         Pencegahan :

  Senyawa organofosforus diketahui efektif dalam menghilangkan Argulus. Alternatif lain adalah dengan perendaman jangka pendek dalam larutan standar formalin (37-47%) sebanyak 0.125 mg/liter air selama satu jam atau dalam larutan kalium permanganate dengan dosis 10 mg/liter selama 30 menit).
  Cara lain yang paling efektif untuk mencegah serangan parasit ini adalah dengan melakukan pengeringan dan pengapuran kolam serta penyaringan air, sedangkan parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset.

-          Cara penanggulangan parasit kutu ikan

Penanggulangan penyakit argulosis atau kutu ikan dapat dilakukan secara mekanis atau dengan sikat yang halus. Tetapi ini dapat dilakukan bila ikan yang terserang jumlahnya sedikit. Bila ikan yang terserang dalam jumlah yang besar, perlu dilakukan perendaman dengan larutan KMnO4 dosis 10 ppm selama 30 menit, 100 ppm selama 5-10 menit, 500 ppm selama kurang lebih 5 menit, atau 1000 ppm selama 30-45 detik. Atau gunakan NaCl 1,0 � 1,5 % selama 15 menit, 20 gram/liter selama 15 menit. Bahan lain yang dapat digunakan adalah formalin 250 ppm selam 1 jam, asam asetat glasial 1000 ppm selama 5 menit, ammonium khlorida dengan dosis 500 ppm selama kurang lebih 24 jam, 1000 ppm selama 4 jam, atau 2000 ppm selama 30 menit. Demikian pula dengan perendaman ikan sakit dalam larutan bromex 0,1-0,2 ppm, lindane 0,01-0,02 ppm, dan neguvon 1 gram/liter air (Kordi, 2010).




BAB III
PENUTUP

Penyakit parasiter merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya parasit yang menyerang pada badan ikan, insang, lendir, maupun dalam tubuh ikan sendiri. Parasit dibedakan atas 2 golongan yaitu golongan berdasarkan cara penyerangan, ektoparasit (eksternal) dan endoparasit (internal), Ektoparasit adalah parasit yang menyerang bagian luar kulit, sisik, lender, dan insang. Sementara itu endoparasit adalah parasit yang menyerang bagian dalam.

Dalam pembahasan di atas kelompok kami membahas penyakit kutu ikan atau argulosis yang merupakan golongan ektoparasit penyerang bagian luar tubuh ikan. Penyakit ini disebabkan oleh Argulus sp. Argulus sp menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, baik ikan konsumsi maupun ikan hias Secara keseluruhan susunan tubuh Argulus sp sangat cocok untuk sifat hidupnya sebagai parasit. Dalam siklus hidupnya, Argulus menggunakan ikan sebagai inangnya, mereka menginfeksi jenis ikan air tawar dan ikan laut. Serangan Argulus tidak menimbulkan ancaman kematian pada ikan yang bersangkutan. Untuk menanggulangi parasit ini jika dalam jumlah besar menggunakan  larutan KMnO4, NaCl, formalin, bromex dan lain-lain.



DAFTAR PUSTAKA

Afrianto, E. & Liviawaty, E. 2011. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Kanisus. Yogyakarta.

Kordi, Ghufran. 2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. PT Rineka Cipta & PT Bina Adiaksara. Jakarta

Kordi & Ghufran. 2010. Panduan Lengkap Memelihara Ikan Air Tawar di Kolam Terpal. Andi. Yogyakarta

Lingga, Pinus & Susanto, Heru. 1999. Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta



Belum ada Komentar untuk "Makalah Penyakit Ikan dan Udang "Parasit Kutu Ikan (Argulosis)""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel