Mengetahui Berbagai Penyebab Penyakit pada Makhluk Hidup

Manusia, hewan, dan tumbuhan Gb. i.pinimg.com

Mengetahui berbagai penyakit pada makhluk hidup, yang didalamnya termasuk manusia adalah salah satu upaya kita untuk menjaga kesehatan. Denga lebih mengenal penyebabnya, diharpkan kita akan semakin bijak dalam menjaga kesehatan, dan menghargai serta mensyukuri nikmat sehat.


Umumnya penyaklit pada manuisa itu disebabkan oleh virus dan bakteri, berikut nama-nama virus dan bakteri tersebut , serta berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan karenanya :

a)      Clostridium tetani dapat menyebabkan tetanus

b)      Clostridium perfringens dapat menyebabkan gas gangren

c)      Treponema pallidum dapat menyebabkan sipilis

d)     Neisseria gonorrhoea dapat menyebabkan gonorea

e)      Streptococcus sp. dapat menyebabkan tonsilitis

f)       Streptococcus pneumoniae dapat menyebabkan demam Scarlet (demam rematik)

g)      Neisseria meningitis dapat menyebabkan meningitis

h)      Corynetacterium diphtheriae dapat menyebabkan dipteri

i)        Pasteurella pestis dapat menyebabkan plague

j)        Coloiella burntii dapat menyebabkan demam Q

k)      Salmonella typhi dapat menyebabkan tifus

l)        Escherichia coli dapat menyebabkan traveler diare

m)    Clostridium Staphylococcus sp. dapat menyebabkan keracunan makanan

n)      Shigella dysentriae dapat menyebabkan disentri

o)      Vibrio chloreae dapat menyebabkan kolera

p)      Salmonella typhi dapat menyebabkan demam Tiphoid


BEBERAPA MACAM PENYAKIT PADA MANUSIA YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS
No.
Nama Penyakit
Jenis virus
Bagian Tubuh yang Dipengaruhi
1.
Influenza
Myxovirus A (virus ARN), ada tiga tipe; A, B, dan C
Melalui saluran pernapasan; epitelium dalam dari trakea dan bronki
2.
Demam
Rhinovirus (virus ARN)
Melalui saluran pernapasan; biasanya hanya saluran sebelah atas
3.
SARS
Coronavirus
Saluran pernapasan atas
4.
Gondong
Paramyxovirus A (virus ARN)
Melalui saluran pernapasan; kemudian infeksi menyeluruh di tubuh melalui darah, terutama kelenjar ludah; juga di testis pria dewasa
5.
Campak
Paramyxovirus A (virus ARN)
Melalui saluran pernapasan (dari mulut ke bronki) menyebar ke kulit dan usus halus
6.
Campak Jerman
Rubella virus (virus ARN)
Melalui saluran pernapasan; kelenjar limfa di leher, mata, dan kulit
7.
Herpes
Herpes Simplex Virus
Membran mukus di mulut, kulit, dan alat kelamin
8.
Ebola
Ebola virus
Darah dan pembuluh darah; menyebabkan pendarahan
9.
Poliomyelitis
Polio virus (virus ARN)
Faring dan usus halus kemudian darah; neuromotorik di vertebratae/tulang punggung
10.
Demam Kuning
Arbovirus (virus ARN)
Pembuluh darah sebelah dalam dan hati. Biasanya ditularkan oleh hewan Arthropoda
11.
Hepatitis
Hepatitis virus (virus ARN)
Sekarang dikenal tipe-tipe Hepatitis; A, B, C, D, E, F, dan G
Hati; mulai pengerasan (sirosis) hingga kenker hati
12.
Cacar air
Varicella zoster virus (virus ADN)
Kulit; titik-titik merah dan gatal, melepuh, kering, dan menghasilkan kerak (krusta) di kulit
13.
AIDS
Human immunodeficiency virus (HIV; virus ARN)
Sel T pada sel darah putih, yang bertanggungjawab terhadap re


2.      Penyebab penyakit pada Hewan

Nama bakteri, virus dan penyakit yang ditimbulkan sebagai berikut.

a)      Bacillus anthracis menyebabkan penyakit antraks pada sapi,kerbau,dan domba.
b)      Brucella abortus dapat menyebabkan penyakit broselosis pada sapi.
c)      Actynomyses bovis dapat menyebabkan penyakit bengkak rahang pada sapi.
d)     Streptococcus agalactiae dan Staphylococcus epidermis dapat menyebabkan penyakit mastitis pada hewan menyusui
e)      Salmonella pollurum dapat menyebabkan berak kapur pada ayam.
f)       Rous sarcoma virus (RSV) dapat menyebabkan kanker pada ayam.
g)      Rhabdovirus dapat menyebabkan rabies pada anjing.

3.      Penyebab penyakit pada Tumbuhan

Nama bakteri, virus dan penyakit yang ditimbulkan sebagai berikut.

a)      Geminivirus Tomato Yellow Leaf Curl Virus (TYLCV) dapat menyebabkan bercak kuning pada tumbuhan aster.
b)      Yellow Mozaic Virus (TYMV) dapat menyebabkan daun menggulung pada tanaman tembakau, kapas, dan lobak.
c)      Virus Tungro dapat menyebabkan tanaman padi tumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan.
d)     Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) dapat menyebabkan degenerasi pembuluh tapis pada jeruk.
e)      Groundnut Mottle Virus menyerang pada tanaman kacang tanah.
f)       Xanthomonas oryzae dapat menyerang pucuk batang padi.
g)      Xanthomonas campestris dapat menyerang tanaman kubis.
h)      Pseudomonas solanacaerum dapat menyebabkan penyakit layu pada famili terong.
i)        Erwinia amylovora dapat menyebabkan penyakit bonyok pada buah-buahan.
j)        Pseudomonas solanacearum dapat menyebabkan gejala layu pada tanaman cabai.
k)      Pseudomonas cattleyae menyerang bagian akar tanaman anggrek grammatophyllum sehingga mengakibatkan akar busuk.
l)        Nematoda rhadinaphelenchus cocophilus menyerang tanaman kelapa.
m)    Xanthomonas citri menyebabkan penyakit kanker pada batang jeruk.
n)      Agrobacterium tumefaciens menyebabkan penyakit kanker pada batang kopi.
o)      Erwinia tracheiphila menyebabkan busuk pada daun labu.



1.    Bakteri escherichia coli

Bakteri Escherichia coli dapat menyebabkan terjadinya epidemik penyakit-penyakit saluran pencernaan makanan seperti kolera, tifus, disentri, diare dan penyakit cacing. Bibit penyakit ini berasal dari feses manusia yang menderita penyakit-penyakit tersebut. Indikator yang menunjukkan bahwa air rumah tangga sudah dikotori feses adalah dengan adanya Escherichia coli dalam air tersebut karena dalam feses manusia baik dalam keadaan sakit maupun sehat terdapat bakteri ini dalam tubuhnya.

Bakteri Escherichia coli yang menyebabkan diare sangat sering ditemukan diseluruh dunia. Bakteri ini diklasifikasikan oleh ciri khas sifat-sifat virulensinya dan setiap grup menimbulkan penyakit melalui mekanisme yang berbeda seperti yang sudah diutarakan. Gejalanya : Buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, Tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari, Pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi, Mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), Diare yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah, Badan lesu atau lemah, Panas, Tidak nafsu makan, Darah dan lendir dalam kotoran

Penularan:

-        Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau terkontaminasi oleh tangan yg kotor

-        Bermain dg mainan yg terkontaminasi apabila pada bayi sering memasukkan tangan atau mainan atau apapun ke dalam mulut. Karena bakteri ini dapat bertahan di permukaan udara sanpai beberapa hari

-        Penggunaan sumber air  yang sudah tercemar dan tidak memasak air dg benar
-        Pencucian dan pemakaian botol susu yg tdak bersih
-        Tidak mencuci tangan dg bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan feses anak yg terinfeksi, shg mengkontaminasi perabotan dan alat2 yg dipegang

Pencegahan Diare:

-        Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting yaitu: 1) sebelum makan, 2) setelah buang air besar, 3) sebelum memegang bayi, 4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan;
-        Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi;
-        Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain);
-        Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.

Pengobatan: 

Untuk membantu meringankan diare, diberikan obat seperti difenoksilat, codein, paregorik (opium tinctur) atau loperamide. Kadang-kadang, bulking agents yang digunakan pada konstipasi menahun (psillium atau metilselulosa) bisa membantu meringankan diare Untuk membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.

Bila diarenya berat sampai menyebabkan dehidrasi, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan pengganti dan garam melalui infus. Selama tidak muntah dan tidak mual, bisa diberikan larutan yang mengandung air, gula dan garam.

Beberapa cara penggulangan diare antara lain :

-        Meminum oralit atau dapat membuatnya sendiri dengan melarutkan 1 sendok teh garam dan 8 sendok teh gula dalam 1 liter air matang.

-        Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan berakibat fatal

-        Mencoba makan lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit, frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.

-        Menjaga kebersihan dan isolasi: Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit

2.    Bakteri Salmonella Typhi Penyebab Penyakit Tifus

Dalam istilah kedokteran tifus disebut dengan demam tifoid. Penyebabnya adalah Bakteri Salmonella Typhi A, B atau C. Kuman ini hidup di air kotor, makanan yang tercemar dan lingkungan kotor lainnya. Penyakit ini menginfeksi pada usus halus dan terkadang pada aliran darah, selain ini dapat juga menyebabkan Gastroenteritis (keracunan makanan) dan Septikemia(keracunan darah / Blood Poisoning)

Cara penularan : umumnya masuk ke mulut karena makanan, jari tangan / kuku kotor (apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan) dengan masa inkubasi rata-rata 7 - 14 hari setelah terinfeksi. Setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam.
Gejala : yang ditemukan setelah lewat masa inkubasi adalah demam tinggi, biasanya suhu badan dimalam hari lebih tinggi daripada siang hari, dan terus menerus hingga dapat mencapai 3 mingguan. Selain panas tinggi, juga tercium bau mulut yang tidak sedap. Perut sering kembung, dan konstipasi(tidak buang air besar selama beberapa hari). Penanganan yang tidak baik dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan komplikasi yang cukup parah baik organ usus maupun selain usus.
Penanganan : jika kondisi pasien tidak berat dan didiagnosa oleh dokter sebelum demam lebih dari 3 minggu, umumnya masih dapat dirawat di rumah. Namun kondisi harus selalu diawasi jika mendadak suhu turun, nadi meninggi,dan perut mulas melilit. Tujuan utama adalah beristirahat total di tempat tidur (bed rest), tidak banyak bergerak serta banyak minum. Untuk makanan tidak perlu selalu harus lunak, asal jangan makan yang merangsang seperti makanan pedas dan asam. Kesembuhan penderita dari penyakit ini dipengaruhi beberapa hal, yaitu umur, keadaan umum, tingkat kekebalan tubuh penderita dan daya infeksi kuman yang masuk serta cepat dan tepatnya pengobatan. 
Penanganan tipus:

-        Jika terinfeksi maka penderita harus segera mendapatkan pertolongan dokter atau petugas kesehatan terdekat
-        Berikan chloramphenicol untuk orang dewasa dua kapsul 250 mg 4 kali sehari. Jika tidak ada, gunakan ampicilin atau tetracycline
-        Turunkan panasnya dengan kain basah yang dingin
-        Berikan cairan yang banyak: sup, sari buah, dan minuman untuk mengembalikan cairan dalam tubuh
-        Berikan makanan yang bergizi bila perlu dalam bentuk cairan
-        Penderita harus istirahat ditempat tidur sampai panasnya hilang sama sekali.
-        Jika penderita batuk darah atau timbul tanda-tanda peradangan pada selaput perut, ia harus segera dibawa kerumah sakit.

Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan menyediakan sarana air minum yang memenuhi syarat kebersihan, pembuatan jamban yang higienis, pemberantasan lalat dan pengawasan terhadap rumah makan dan penjual makanan, serta tidak melupakan untuk mencuci tangan sebelum makan. Adapun pemberian vaksinasi tifoid setiap 3 tahun. Untuk anak sebaiknya diajarkan hidup sehat seperti mencuci tangan sebelum makan, tidak jajan sembarangan bagi anak yang sudah lebih besar.

3.    Tetanus

Kata tetanus berasal dari bahasa yunani, yaitu teinein yg berarti menegang. Penyakit tetanus merupakan salah satu penyakit infeksi berbahaya karena mempengaruhi system saraf dan otot. Penyakit tetanus disebabkan bakteri clostridium tetani yg tdpt di tanah, kotoran manusia dan hewan, serta di daerah pertanian dan peternakan.

Penularan: Bakteri clostridium tetani masuk ke dalam tubuh oleh benda tajam terutama pada benda berkarat, patahnya tulang tangan / kaki hingga menyebabkan luka yg terbuka, dan luka pembedahan yg tidak di bersihkan secara steril.

Gejala penyakit : tetanus di awali dengan menegangnya otot rahang ( dikenal juga dengan nam kejang mulut ). Hal itu disetai dengan munculnya rasa sakit, bengkak dan kaku pada otot leher , bahu / punggung. Rasa kaku tersebut akan cepat menyebar ke otot perut, lengan atas, dan paha. Kejang otot berupa rasa kaku pada bagian tubuh disebabkan oleh racunyg dihasilkan bakteri clostridium tetani racun tersebut dapat menggangu kesadaran penderita karena menyebar ke aliran darah / limfe.
Pada anak-anak, penyakit tetanus ditandai dengan sulitnya membuak mulut gejala tersebut disertai dengan kontraksi otot wajah sehingga terlihat seperti meringis. Jika anak sudah dapat berjalan jalanya terlihat kaku seperti robot. Selanjutnya dapat terjadi kelumpuhan jika penyakit tetanus tidak segera di obati.

Pengobatan Tetanus

Pengobatan penderita di rumah sakit dilakukan dengan menematkan pasien di ruangan yg tenang.Kemudian,diberikan suntikan antitetanus serum sesuai dengan berat badannya.Kejang pada otot diatasi   dengan pemberian obat antikejang dan pasien juga diberikan antibiotik utk mencegah
Terjadinya infeksi berkelanjutan serta menyebarnya bakteri ke organ lainnya.Penyakit tetanus dapat disembuhkan dengan tidak menimbulkan kecacatan pada tubuh.

Pengobatan dapat dilakukan dengan penyuntikan antitoksin diikuti pembersihan dan desinfeksi luka. Antibiotika dapat mematikan kuman penyebab bila luka telah dibersihkan namun tidak mampu menghilangkan toksin dari jaringan. Ternak yang terserang tetanus dilarang keras dipotong. Karkas harus dimusnahkan dengan dibakar. 

Pencegahan Tetanus

Jika kalian terluka,segera bersihkan luka tersebut dengan cairan antiseptic.Biasanya,cairan antiseptik mengandung iodium.Luka akibat tergores / terjatuh dan tidak terlalu dalam,sebaiknya segera diberikan obat yg mengandung antiseptik agar tidak berkelanjutan.Untuk luka yg dalam,balutlah dengan kain kasa bersih agar terhindar dari kotoran dan lalat.

Vaksinasi sebaiknya diberikan kepada calon pengantin wanita,balita,dasar.Pencegahan penyakit tetanus dengan pemberian vaksinasi lebih baik daripada mengobati.Orang dewasapun perlu diberikan suntikan tetanus jika belum pernah mendapat vaksinasi lengk

Tetanus yg disertai kejang secara spontan,terus-menerus,suhu tubuh yg tinggi,dan masa inkubasi bakteri yg singkat merupakan tetanus dengan tingkatan penyakit yg berat.Penderita akan kekurangan oksigen ,akibat kejang yg terus- menerus sehingga akan mengakibatkan kematian.Selain itu,kejang tersebut kadang dapat menyebabkan cairan muntahan / air liur masuk ke dalam saluran pernafasan dan mengakibatkan penderita kesulitan bernapas.

4.    Penyakit layu

Tanaman Inang :  semangka, melon, sayuran (Cabe, tomat,pakis,sawi), dll

Penyebab: Bakteri Ralstonia solanacearum

Gejala: tanaman layu secara cepat dimana daun-daunnya masih kelihatan hijau, bila akar dipotong dan dimasukkan dalam air akan keluar massa bakteri yang kelihatan seperti asap.
Pengendalian: tanaman yang telah terserang segera dicabut dan dibakar; tanaman yang sakit tidak boleh dipendam di areal pertanaman kentang atau tomat; menanam varietas tanaman yang resisten; melakukan rotasi tanaman; tanah yang telah dicangkul dibiarkan beberapa waktu agar terkena sinar matahari; sebelum tanam , lubang tanam dikocor dengan fungisida Kocide dengan konsentrasi 5 gr/l dan diulangi setiap 7 hari sekali sampai umur 40 hst dll.        
Gejala penyakit busuk lunak dan busuk hitam pada kubis

5.    Kanker jeruk (Xanthomonas Axonopodis Pv. Citri)

Buah burik dapat pula disebabkan oleh adanya serangan bakteri Xanthomonas axonopodis pv. citri penyebab kanker pada jeruk. Bakteri akan dapat berkembang cepat pada kondisi suhu lingkungan 20 sampai 300 C, pada kondisi yang sesuai dengan bantuan sedikit air, patogen akan migrasi melakukan penetrasi melalui lubang alami atau luka oleh serangga mapun mekanis.

Gejala :Serangan bakteri akan menyebabkan jaringan tanaman membuat pertahanan dengan timbulnya kanker yang tumbuh pada jaringan daun, ranting dan buah. Kanker yang tumbuh tidak dapat sembuh kembali dan mengakibatkan ranting kering, daun gugur, atau buah yang ditumbuhi banyak kanker.

Pengendalianyang disarankan adalah membuang bagian tanaman yang terserang agar tidak menjadi sumber patogen penular, membersihkan alat pertanian dengan alkohol 70% atau sodium hipoklorit 0.5%; menggunakan bakterisida atau menggunakan pestisida berbahan aktif Tembaga (Cooper).
Penyebab buah burik sudah diketahui masing-masing cara pengendaliannya. Penurunan persentase buah burik dapat dilakukan dengan beberapa hal yaitu pemahaman pengelola tanaman terhadap penyebab-penyebab tersebut, pelaksanaan pengendalian harus tepat waktu, tepat buah, tepat cara, dan tepat dosis.              

6.      Cemaran Mikroba pada Daging Sapi

Daging sapi mudah rusak karena merupakan media yang cocok bagi pertumbuhan mikroba. Hal ini cukup beralasan karena tingginya kandungan air dan gizi seperti lemak dan protein. Kerusakan daging dapat disebabkan oleh perubahan dalam daging itu sendiri (faktor internal) maupun karena faktor lingkungan (eksternal).

Gejala :Daging yang tercemar mikroba melebihi ambang batas akan menjadi berlendir, berjamur, daya simpannya menurun, berbau busuk dan rasa tidak enak serta menyebabkan gangguan kesehatan bila dikonsumsi. Beberapa mikroba patogen yang biasa mencemari daging adalah E.coli, Salmonella, dan Staphylococcus sp.

Mikroba yang terkandung pada daging sapi dapat berasal dari peternakan dan rumah potong hewan yang tidak higienis. Oleh karena itu, sanitasi atau kebersihan lingkungan kandang ternak maupun rumah potong hewan perlu mendapat perhatian. Proses pengolahan daging yang cukup lama juga memungkinkan terjadinya cemaran mikroba pada produk olahannya. Produk olahan daging seperti kornet dan sosis harus memenuhi syarat mutu yang sudah ditetapkan. Berdasarkan SNI 01-3820- 1995, cemaran Salmonella pada sosis daging harus negatif, Clostridium perfringens negatif, dan S. aureus maksimal 102 koloni/g.       





Belum ada Komentar untuk "Mengetahui Berbagai Penyebab Penyakit pada Makhluk Hidup"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel