Tugas Ekologi : Putri Malu dan Kecoa

COVER
Putri Malu Gb. Tribunnews


A.      Aspek Taksonomi


Putri malu atau Mimosapudica adalah perdupendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh.Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat dari pada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. Berikut ini bagian-bagian putrid malu :

a.     Daun
Daun putri malu atau sikejut berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5 - 26 pasang. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata. Jika kita raba pada permukaan atas dan bawah daun terasa licin, panjang 6 - 16 mm, lebar 1-3 mm.  daun berwarna hijau, akan tetapi pada tepi daun umumnya berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap.  Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.



b.    Batang

Batang tumbuhan putri malu berbeda dengan tumbuhan lainnya, yaitu batang putri malu berbentuk bulat. Pada seluruh batangnya terdapat rambut dan mempunyai duri yang menempel , batang tumbuhan putrid malu dengan rambut sikat yang mengarah secara miring kepermukaan tanah atau kearah bawah.

c.      Akar

Putri malu atau sikejut mempunyai akar pena yang sangat kuat berbeda dengan akar-akar tanaman-tanaman lainnya, jika kita cabut langsung terangkat seluruh akar-akar nya.  Akan tetapi lain halnya dengan akar tanaman putri malu, untuk mencabuti nya kita memerlukan suatu alat-alat yang khusus agar semua akar-akar nya teracabut.

d.    Bunga

Putri malu biasanya mempunyai bunga yang berbentuk bulat seperti bola dan tidak mempunya mahkota atau kelopak bunga yang besar seperti bunga-bunga yang lain. Akan tetapi kelopak bunga putrid malu bentuknya sangat kecil dan bergigi empat seperti selaput putih. Tabung mahkotanya juga berukuran sangat kecil, bertaju empat seperti selaput putih.


e.     Buah

Buah putri malu berbetuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil jika disbandingkan dengan buah-buah tumbuhan lainnya.

f. Biji
Sama halnya seperti buah, tanaman putri malu juga memiliki biji, yang berukuran kecil dan bulat,berbentuk pipih . putri malu termasuk kedalam tumbuhan yang berbiji tertutup (Angiospermae) dan berkembangbiak dengan biji.

Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti "malu"), morivivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti "tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-puramati") .Namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latinberarti "malu" atau "menciut".

Putri malu atau dalam bahasa latin disebut Mimosa pudica adalah tumbuhan dengan ciri daun yang dapat menutup dengan sendirinya saat disentuh dan membuka kembali setelah beberapa lama. Tanaman berduri ini termasuk dalam tanaman berbiji tertutup (angiospermae) dan terdapat pada kelompok tumbuhan berkeping dua atau dikotil.

Tumbuhan berdaun majemuk menyirip dan daun bertepi rata ini memiliki letak daun yang berhadapan serta termasuk dalam suku polong-polongan. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang kemerah merahan). Bila daun disentuh akan menutup (sensitive plant). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai.

Gerak tanaman putri malu menutup daunnya disebut dengan seismonati, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerak tigmonasti daun putrid malu menutup tidak peduli darimana datangnya arahr angsangan. Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.

Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya. Sebutan local antara lain Putri malu, sikejut, rebah bangun.

Tumbuhan putri malu dapat dimanfaatkan sebagai berikut :

  Sebagai Obat
Tanaman putri malu mempunyai khasiat cukup besar untuk menyembuhkan, berbagai jenis penyakit. Dari daun hingga ke akarnya, tanaman ini berkhasiat untuk transquilizer (penenang), ekspektoran (peluruh dahak), diuretic (peluruh air seni), antitusif (antibatuk), antipiretik (penurun panas), dan antiradang.

Para ahli pengobatan Cina dan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Indonesia mengindikasikan, putri malu bisa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit lain seperti radang mata akut, kencing batu, panas tinggi pada anak-anak, cacingan, imsonia, peradangan saluran napas (bronchitis), dan herpes. Pemanfaatan untuk obat dapat dilakukan dengan cara diminum maupun sebagai obat luar.

Hanya saja pemakaian akar putri malu dalam dosis yang tinggi bisa mengakibatkan keracunan dan muntah-muntah. Wanita hamil juga dilarang minum ramuan tersebut karena bisa membahayakan janin.

    Mencegah terjadinya erosi

Setelah dilakukan penelitian-penelitian oleh para ahli dan barulah diketahui kegunaannya serta mamfaatnya yang dapat digunakan oleh manusia, barulah tanaman ini dianggap perlu dan dipelihara terutama sekali untuk tanaman pelindung tanah, guna mencegah terjadinya erosi atau pengikisan tanah oleh air, misalnya disungai.

Bagian tanaman putri malu yang berguna untuk mencegah terjadinya erosi adalah terletak pada akarnya. Putri malu memiliki akar yang sangat kuat yaitu akar pena. Akarnya yang kuat itulah yang dapat menahan tanah dari bahaya erosi atau terkikis habisnya tanah oleh air hujan yang turun dengan deras sehingga dapat menbahayakan lingkungan bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Hujan yang turun secara terus menurus juga dapat menimbulkan dapat yang sangat besar bagi kehidupan makhluk hidup di ala mini. Karena bisa menyebabkan banjir dan terjadinya tanah lonsor yang dapat berakibat fatal khususnya bagi manusia sebagai subjek utama dialam ini. Karena itulah tanaman putri malu mempunyai mamfaat yang sangat besar bagi kita semua.

         Klasifikasi putri malu

Divisio                         : Spermatophyta
Subdivisio                   : Angiospermae
Classis                         : Dicotyledonae
Ordo                            : Rosales
Familia                        : Mimosaceae
Genus                          :Mimosa
Spesies                        : Mimosa Pudica

B.       Habitat

Tumbuhan putri malu dapat tumbuh dimana saja dengan begitu  suburnya disekitar kita. Putri malu dapat tumbuh secara liar dimana saja, dan tumbuhan ini tidak memerlukan perawatan yang khusus misalnya seperti pemupukan atau penyiraman. Tumbuhan putri malu bisa tumbuh dimana saja diatas permukaan tanah, baik diatas permukaan tanah yang lembab maupun diatas permukaan tanah yang gersang.

Tanaman putri malu biasanya tumbuh diatas tanah yang lapang baik itu diladang, diperkebunan, diperkarangan rumah dan pada tempat yang lainnya disekitar kita.
C.      Laju penyebaran

Tumbuhan putri malu berasal dari Amerika Selatan atau tepatnya dari Negara Brasil. Di Brasil tanaman putrid malu ini sudah dikenal sejak tahun 1804. Tanaman ini termasuk kedalam jenis tanaman liar, karena tumbuhan ini jarang atau tidak dipelihara orang secara khusus, dan dapat tumbuh dimana saja, sebab pada waktu itu tanaman ini belum diketahui mamfaat serta kegunaanya bagi manusia.

Negara Brasil adalah suatu Negara yang beriklim panas, karena Negara kita juga mempunyai iklim yang hamper sama dengan iklim dimana asal dari tumbuhan ini, yaitu iklim tropis. Maka tanaman ini juga dapat tumbuh dengan suburnya di Negara kita didaerah mana saja, baikitu pada tanah yang lembab ataupun pada tanah yang gersang sekali pun. Tanaman putrid malu dengan mudah dapat hidup dan berkembangbiak dan tanpa mengenal musim.

D.      Reproduksi dan Siklus hidup

Siklus hidup putri malu termasuk Tanaman  dua tahunan (Biennial) adalah tanaman berbunga yang membutuhkan dua tahun untuk melengkapi siklus biologis. Pada tahun pertama tanaman tumbuh daun, batang, dan akar (vegetatif struktur), kemudian memasuki masa dormansi selama lebih dingin bulan. Biasanya sisa-sisa batang sangat pendek dan daun yang rendah ke tanah, membentuk roset. Banyak Biennials memerlukan perawatan dingin, atau vernalization,sebelum mereka akan bunga. Selama musim semi atau musim panas, batang tanaman dwitahunan berelongasi sangat, atau "baut".

Di bawah kondisi iklim ekstrim, sebuah tanaman dwitahunan dapat melengkapi siklus hidup yang sangat waktu singkat (misalnya tiga atau empat bulan, bukan dua tahun). Hal ini cukup umum terjadi pada bibit sayur atau bunga yang terkena kondisi dingin, atau vernalized, sebelum mereka ditanam di tanah.. Perilaku ini menyebabkan banyak sekali dua tahun tanaman yang biasanya diperlakukan sebagai Annualsdi beberapa daerah.


KECOA
Kecoa Gb. bacaterus.com

A.  Aspek Taksonomi Kecoa

Secara fisik, serangga ini memiliki bentuk tubuh berbentuk oval dan pipih (dorso ventral). Tubuhnya tersusun atas tiga bagian yakni kepala, thoraks, dan abdomen (perut). Pada bagian kepala terdapat sepasang antena, sepasang mata majemuk, dan satu mata tunggal. Seperti serangga lain, kecoa memiliki tiga pasang kaki. Tubuhnya berwarna cokelat mengkilat. Sekilas tak nampak seperti hewan menjijikkan.

Kecoa atau coro adalah insekta dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3.500 spesies dalam 6 familia. Kecoa terdapat hampir di seluruh belahan bumi, kecuali di wilayah kutub.

Di antara spesies yang paling terkenal adalah kecoa Amerika, Periplaneta americana, yang memiliki panjang 3 cm, kecoa Jerman, Blattella germanica, dengan panjang �1� cm, dan kecoa Asia, Blattella asahinai, dengan panjang juga sekitar 1� cm. Kecoa sering dianggap sebagai hama dalam bangunan, walaupun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoa yang termasuk dalam kategori ini.

Kecoa ternyata sudah ada sejak 300 juta tahun yang lalu, dan ternyata dia tidak banyak berevolusi seperti kebanyakan hewan-hewan lainnya. Sang kecoak ternyata juga ditakdirkan untuk bertahan di segala macam kondisi seperti panas menyengat atau dingin membeku, terlebih lagi kecoak juga lebih resisten terhadap radiasi ketimbang makhluk lain. Binatang ini mampu bertahan hidup tanpa kepala sampai sebulan, sampai akhirnya dia mati kelaparan. Benar kawan, kecoak tidak membutuhkan kepala untuk bernafas, bahkan otak sebagai alat kontrol tubuhnya. Kehilangan kepala tidak membuatnya kehilangan darah seperti kita.

Kecoa termasuk ke dalam phyllum Arthropoda, klas Insekta. Kecoa merupakan serangga yang hidup di dalam rumah, restoran, hotel, rumah sakit, gudang, kantor, perpustakaan, dan lain-lain. Seranga ini sangat dekat kehidupannya dengan manusia, menyukai bangunan yang hangat, lembab dan banyak terdapat makanan. Hidupnya berkelompok, dapat terbang, aktif pada malam hari seperti di dapur, di tempat penyimpanan makanan, sampah, saluran-saluran air kotor, umumnya menghindari cahaya, siang hari bersembunyi di tempat gelap dan sering bersembunyi dicela-cela. Serangga ini dikatakan pengganggu karena mereka biasa hidup di tempat kotor dan dalam keadaan terganggu mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap. Makanya kadang jika saat kita sedang tidur, kecoa melintas di dekat kita suka tercium bau prengus. Berdasarkan pengalaman, kecoa sangat aktif dalam keadaan gelap, dalam keadaan yang sedikit cahaya aktivitas kecoa ini luar biasa, terbang kesana-kemari, kadang juga aktivitas kawin dilakukan.



         Klasifikasi kecoa

Kerajaan          :     Animalia
Filum               :     Arthropoda
Kelas               :     Insecta
Upakelas         :     Pterygota
Infrakelas        :     Neoptera
Superordo       :     Dictyoptera
Ordo                :     Blattodea

B.  Habitat

Kecoa sering kali ditemukan di tempat tempat kotor dan jorok. Tempat tempat tersebutlah yang paling di sukai oleh kecoa. Kecoa lebih suka tinggal di daerah tropis. Karena kecoa suka dengan keadaan udara yang lembab. Tetapi di daerah sub tropis pun kecoa banyak di temukan
Bagian tubuh kecoa inilah yang membedakan jenis kecoa. Di Indonesia ada beberapa jenis kecoa. Jenis kecoa yang umumnya berada di bangunan rumah hanya ada 2, yaitu kecoa amerika/American cockroach (periplaneta Americana) dan kecoa Jerman/German cockroach (Blattela Germanica).


Kedua jenis kecoa ini mempunya habitat yang berbeda. Kecoa Amerika sering berada di dalam tempat yang lembab dan hangat seperti septictank atau saluran sanitari. Pada umumnya, jenis kecoa ini senang berada di luar rumah.

Sementara, kecoa Jerman senang berada di dalam rumah terutama pada tempat yang lembab, gelap dan banyak makanan, seperti dapur, lemari makan, atau di atas plafon rumah.

Salah satu perbedaan yang menyolok di antara kedua jenis kecoa ini ada pada garis di pronothum -nya. Kalau kecoa Jerman tidak mempunyai garis coklat.

C.  Laju penyebaran

Kecoa mampu mendeteksi bahaya di sekelilingnya melalui penciumannnya. Mungkin hal itulah yang membuat hewan berantena ini, bertahan di bumi sejak 320 juta tahun lalu sampai saat ini. Di seluruh dunia, ada berbagai macam jenis kecoa, jumlahnya mencapai 3500 spesies termasuk yang ada di kutub selatan dan kutub utara. Dan, dari sekian banyak spesies kecoa, 30 jenis di antaranya hidup di antara manusia.

Sejak 320 juta tahun lalu hingga saat ini, kecoa melewati berbagai zaman seperti zaman es, zaman dinosaurus, dan berbagai fenomena alam seperti banjir dan gempa bumi. Tetapi sampai saat ini, kecoa tetap bertahan, padahal hewan-hewan purba lain seperti dinosaurus sudah punah.

Menurut studi yang dilakukan oleh peneliti Amerika, kecoa memiliki semacam rambut halus yang berfungsi sebagai sensor untuk mendeteksi bahaya. Rambut-rambut itulah yang memberitahu kecoa jika ada bahaya datang jadi mereka bisa dengan cepat melarikan diri. Rambut itu juga berfungsi mendeteksi adanya gerakan disekitar kecoa, melalui perubahan tekanan udara. Kecoa memang sangat sensitif pada perubahan dan gerakan udara di sekelilingnya.

Dalam hal bertahan hidup, kecoa mampu bertahan 1 bulan tanpa makanan, tetapi hanya mampu bertahan satu minggu tanpa air. Bahkan, kecoa juga mampu bertahan hidup tanpa kepalanya selama satu minggu.

D.  Reproduksi dan Siklus  Hidup

Seperti serangga lainnya, kecoa juga mengalami daur hidup. Daur hidup kecoa hanya mengalami tiga stadium yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Untuk menyelesaikan satu siklus hidupnya kecoa butuh waktu kurang lebih tujuh bulan. Waktu yang sangat lama bila dibandingkan dengan daur hidup serangga pengganggu seperti nyamuk dan lalat. Untuk stadium telur saja kecoa butuh waktu 30-40 hari sampai telur itu menetas. Telur kecoa tidak diletakkan sendiri-sendiri, namun secara berkelompok. Kelompok telur ini dilindungi oleh selaput keras yang disebut kapsul telur atau ootheca. Satu kapsul telur biasanya berisi 30-40 telur. Oleh induk kecoa, kapsul telur ini biasanya diletakkan di tempat-tempat tersembunyi atau pada sudut-sudut dan permukaan sekatan kayu dan dibiarkan sampai menetas. Namun, ada beberapa jenis kecoa yang kapsul telurnya menempel pada ujung abdomen induknya sampai menetas.

Jumlah telur yang dihasilkan oleh satu jenis spesies akan berbeda dengan spesies yang lain. Seekor Periplaneta americana contohnya, kecoa ini mampu menghasilkan 86 kapsul telur dengan selang waktu peletakan telur yang satu dengan lainnya rata-rata empat hari. Berbeda dengan Periplaneta brunnea yang mampu menghasilkan 30 kapsul telur dengan selang waktu peletakan 3-5 hari.

Sebuah kapsul telur yang telah dibuahi oleh kecoa jantan akan menghasilkan nimfa. Nimfa hidup bebas dan bergerak aktif. Nimfa yang baru keluar dari kapsul telur biasanya berwarna putih. Seiring bertambahnya umur, warna ini akan berubah menjadi cokelat. Seekor nimfa akan mengalami pergantian kulit beberapa kali sampai dia menjadi dewasa. Lamanya stadium nimfa ini berkisar 5-6 bulan.

Pada Periplaneta americana, stadium nimfa bisa dikenali dengan jelas yaitu dengan tidak adanya sayap pada tubuhnya. Sayap itu akan muncul manakala kecoa ini sudah mencapai stadium dewasa. Dengan adanya sayap pada stadium dewasa ini menjadikan kecoa lebih bebas bergerak dan berpindah tempat.


E.  Cara memenuhi kebutuhan makanannya

Kecoa merupakan serangga hama yang aktif mencari makan di malam hari yang beradaptasi dengan lingkungan manusia. Serangga ini termasuk pemakan segala jenis makanan, tetapi umumnya kecoa akan lebih cepat tumbuh dan berkembang biak jika makanannya kaya akan protein. serangga yang juga disebut lipas ini, hidupnya bergerombol di suatu tempat berbentuk rongga, celah atau retakan sempit yang kotor, lembab, gelap, dan tertutup.




GAMBAR

Putri Malu Gb. Tribunnews


Kecoa Gb. bacaterus.com







DAFTAR PUSTAKA

http://tjoetnyakkkkk.blogspot.com/2011/01/putri-malu.html.  diakses pukul 14:00 tanggal 23maret 2013 


http://naurajannati.wordpress.com/2009/01/27/putri-malu/. Diakses pukul 14:25 tanggal 23 maret 2013








Belum ada Komentar untuk "Tugas Ekologi : Putri Malu dan Kecoa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel