Jangan Sampai Salah, Seperti Ini Semir Rambut Rasulullah Saw


Semir rambut Rasulullah Saw adalah suatu perkara yang harus kita ketahi, khususnya bagi Anda yang sering melakukan hal ini.Wajar memang, selain untuk gaya hidup atau tuntutan kerja, menyemir rambut juga biasanya dilakukan untuk menutupi uban yang mulai tumbuh di kepala.

Dilansir dari islmaqa.info, dalam agama kita, menyemir rambut itu diperbolehkan, asalkan bukan warna hitam. Hal ini tentu tak ada pengecualian, baik untuk orang tua maupun muda, tidak masalah menyemir rambut kecuali dengan warna hitam tersebut. Agar menyemir rambut kita bisa bernilai ibadah, tentu cara terbaik adalah meniru semir rambut Rasulullah Saw.

Penjelasan mengenai hal ini sendiri, telah dibahas lengkap  oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya Asy-Syama-ilul Muhammadiyah. Kitab tersebut telah alih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh M.Tarsyi Hawi dengan editor H. A.A Dahlan, H.M.D Dahlan, dan Anwar Yusro, diterbitkan oleh CV Penerbit Diponegoro tahun 1986, dengan judul buku Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah Saw, semoga semua yang terlibat di dalamnya senantiasa mendapat pahala dari Allah Swt.

Adapun penjelasan mengenai semir rambut Rasulullah Saw. dalam kitab Asy-Syama-ilul tersebut adalah sebagai berikut :

Abu Ramtsah pernah menemui Rasulullah saw. dan ia bercerita sebagai berikut:


Aku dan anakku menemui Rasulullah saw....

Rasulullah saw. bertanya. �Apakah ini anakmu?"

Aku menjawab, �Ya, benar!"

Rasulullah saw. bersabda, �Dia tidak akan disiksa disebabkan dosamu, dan kau juga takkan disiksa disebabkan dosanya."

Abu Ramtsah berkata, �Aku melihat uban Rasulullah saw. berwarna merah."

Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani' dari Hisyam dari 'Abdul Malik bin �Umair dari Iyad bin Laqith yang bersumber dari Abu Ramtsah r. a�.

Hadits yang semakna tertera pula dalam Sunan Abu Daud dalam bab "Taraj-ul'. hadits no. 4288, juga dalam Sunan Tirmidzi dan dalam Sunun Nasai. Terdapat pula dalam Sunan Abu Daud dalam bab �Diyat". hadits no. 4495 dikatakan bahwa setelah itu Rasulullah saw. membaca ayat suci al-Quran surat al-An'am ayat 165 dan an-Najm 38.
'Bahwasanya seorang yang berdsoa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS. 58 an- Najm 38)
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari 'Utsman bin Mauhab r. a. diungkapkan:

Abu Hurairah r.a. pernah ditanya, �Apakah Rasulullah saw. pernah memacari rambutnya?� Ia menjawab, �Ya.�

Diriwayatkan oleh Sufyan bin Waki' dari ayahnya dari Syarik yang bersumber dari �Utsman bin Mauhab r.a..

Keterangan : 
  • Utsman bin Mauhab nama lengkapnya adalah 'Utsman bin 'Abdullah bin Mauhab at-Taimi, at-Thalhi, maula keluarga Thalhah al-Madani al-A'raj. Ia adalah seorang rawi yang tsiqat.
  • Abu 'Isa at-Tirmidzi berkata,� Menurut riwayat. Abu 'Awanah, hadits ini diriwayatkan Oleh 'Utsman bin 'Abdullah bin Mauhab yang bersumber dari Ummu Salamah
  • Hadits yang semakna dengan ini terdapat dalam Shahih Bukhari bab �Pakaian", juga terdapat dalam Sunan Ibnu Majah bab �Pakaian�. hadits no 3623

Al-Jahdzamah r.a. istri Busyair bin al-Khashashiyyah pernah bercerita:


Aku melihat Rasulullah saw keluar dari rumahnya mengibas-ibaskan rambut sehabis mandi. Dan di kepalanya terdapat bekas daun inai atau bekas celupan (rawi ragu).

Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Harun dari Nadlr bin Zararah' dari Abu Jinab� dari Iyad bin Laqith yang bersumber dari Jahdzamah r.a�

Keterangan :
  • Nadlr bin Zararah adalah rawi yang dla'if dan termasuk matruk.
  • Abu Jinab dikenal sebagai rawi yang masyhur tapi ia dianggap dla'if karena sering menyamarkan rawi.



Dalam suatu riwayat, Anas r.a. menerangkan:


Aku melihat rambut Rasulullah saw. dipacari merah.

Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abdurrahman dari 'Amr bin 'Ashim dari Hammad bin Salamah dari Humaid yang bersumber dari Anas r.a..

Selanjutnya Hammad mengungkapkan bahwa �Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil r.a. berkata:


Aku melihat rambut. Rasulullah saw. di rumah Anas bin Malik memakai pacar!

Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abdurrahman dari 'Amr bin 'Ashim dari Hammad bin Salamah yang bersumber dari 'Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil r.a..

Menurut Imam Nawawi, Rasulullah saw. memacari rambutnya hanya sewaktu-waktu saja (tidak sering).
Baca Selanjutnya : Pembahasan Lengkap Mengenai Celak Rasulullah Saw

Demikian penjelasan mengenai semir rambut Rasulullah Saw. Jangan lupa share agar semakin banyak yang mengetahui, dan semoga apa yang kita lakukan senantiasa bisa bernilai ibadah.. Bagi Anda yang ingin membaca semua isi kitab Asy-Syama-ilul Muhammadiyyah yang membahas lengkap, Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah SAW, silahkan bisa klik di sini.

Belum ada Komentar untuk "Jangan Sampai Salah, Seperti Ini Semir Rambut Rasulullah Saw"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel