Penjelasan Mengenai Sandal Rasulullah SAW, dan Tata Cara Penggunaannya


Mengetahui bentuk sandal Rasulullah SAW, serta adab dalam menggunakannya merupakan informasi penting, khususnya bagi kita umat muslim yang sangat mencintai beliau, serta senantiasa mentaati semua yang telah disunahkannya. Denga mengetahui informasi ini, selain dapat menambah ilmu pengetahuan kita, juga tentu dapat semakin meningkatkan nilai ibadah kita. Sebab setiap kita mengikuti semua yang telah disunahkan, maka tentu pahala dan keridhoan Allah akan senantiasa kita dapatkan.

Oleh karena itu, pada postingan kali ini kita akan sama-sama belajar untuk memahami tentang sandal Rasulullah SAW dan adab dalam penggunannya. Dilansir dari kitab kitab As-Syamaa�il al-Muhammadiyah � Imam At-Thirmidzi, berikut ulasan lengkapnya.

Dalam sebuah riwayat, Qatadah r.a. pernah bertanya kepada Anas bin Malik r.a. :
Bagaimanakah sandal Rasulullah saw. itu?
Anas menjawab, �Kedua belahnya mempunyai tali qiball.�

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar dari Abu Daud at Thayalisi dari Hammam yang bersumber dari Abu Qatadah r.a..

Ibnu �Abbas r.a. pernah bercerita:
Sandal Rasulullah saw. mempunyai dua tali qibal yang talinya bercabang dua.

Diriwayatkan oleh Abu Kuraib Muhammad bin al-A�la dari Waki dari Sufyan dari Khalid al-Hadza-i dari 'Abdullah bin Harits yang bersumber dari Ibnu Abbas r. a..
Keterangan : Tali qibal ialah tali sandal yang bersatu pada bagian mukanya dan terjepit di antara dua jari kaki.
Dalam suatu riwayat, 'Isa bin Thahman bercerita, "Anas bin Malik r.a. mengeluarkan (memperlihatkan) sepasang sandal yang tak berbulu (kulitnya) kepada kami. Sandal itu mempunyai dua tali qibal.�
'Isa bin Thahman selanjutnya berkata:

Kemudian Tsabit menerangkan kepadaku, yang katanya bersumber dari Anas bin Malik r.a. bahwa keduanya adalah sandal Nabi saw..

Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani' (dan Ya�qub bin Ibrahim) dari Abu Ahmad az-Zubairi yang bersumber dari �Isa bin Thahman.

'Ubaid bin Juraih (seorang tabi'in Madinah) bertanya kepada Ibnu 'Umar r.a., �Kulihat Anda memakai sandal Sibtiyah (sandal kulit yang tak berbulu).� Selanjutnya Ibnu �Umar r.a. menjelaskan:
Sungguh aku melihat Rasulullah saw. memakai sandal tak berbulu dan ia berwudlu dengan memakai sandal itu. Oleh sebab itu, aku senang memakainya.

Diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa al-Anshari dari Ma�an dari Malik dari Sa�id bin Sa�id al-Maqbari yang bersumber dari �Ubaid bin Juraih r.a..

Abu Hurairah r.a. pernah bercerita:

Sandal Rasulullah saw. mempunyai dua tali qibal.

Diriwayatkan oleh Ishaq bin Manshur dari 'Abdurrazzaq dari Ma�mar dari lbnu Abi Dzi�b dari Shalih - bekas budak Tauamah yang bersumber dari Abu Hurairah r.a..

�Amr bin Huraits r.a. bercerita:


Aku melihat Rasulullah saw. shalat memakai sandal yang dijahit.

Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani', dari Abu Ahmad dari Sufyan dari as-Suddi' yang bersumber dari 'Amr bin Huraits r.a.

Keterangan :  

- 'Amr bin Huraits r.a. adalah sahabat kecil (tatkala Rasulullah Saw. meninggal dunia ia masih kecil), periwayatannya diterima oleh jamaah.
- As-Suddi menurut Ibnu Ma�in, periwayatannya dla�if (suka menyamarkan rawi).  Tetapi Imam Ahmad menyatakan ia terpercaya. Dikeluarkan oleh jamaah kecuali Imam Bukhari. As-Suddi nama lengkapnya adalah Isma'il bin �Abdurrahman as-Suddi.


Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda sebagai berikut:


Janganlah di antara kalian berjalan dengan sandal sebelah. Hendaklah memakai keduanya atau melepaskan keduanya.

Diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa al-Anshari dari Ma�an dari Malik dari Abu Zinad dari al~A�raj yang bersumber dari Abu Hurairah r.a..

Jabir r.a. menjelaskan:

Sesungguhnya Nabi saw. melarang seorang laki-laki makan dengan tangan kiri dan berjalan dengan sandal sebelah.

Diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa dari Ma�an dari Malik dari Abu Zubair yang bersumber dari Jabir r.a.

Abu Hurairah r.a. menceritakan:



Sesungguhnya Nabi saw. bersabda, �Bila salah seorang di antara kalian hendak memakai sandal, hendaklah memulainya dari yang sebelah kanan. Dan bila ia melepasnya, maka hendaklah dimulai dengan yang sebelah kiri. Hendaklah posisi kanan dijadikan yang pertama kali dipasangi sandal dan yang terakhir kali dilepas.�

Diriwayatkan oleh Qutaibah, dari Malik dan diriwayatkan pula oleh Ishaq bin Musa dari Ma�an dari Malik dari Abu Zinad dari A�raj yang bersumber dari Abu Hurairah r.a..

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari �Aisyah r.a. dikemukakan:
Rasulullah saw. menyenangi bagian yang sebelah kanan dan diusahakannya sekuat tenaga; tatkala bersisir, memakai sandal demikian pula sewaktu bersuci.

Diriwayatkan oleh Abu Musa Muhammad bin al-Matsani dari Muhammad bin Ja�far dari Syu�bah dari Asy�ats bin Abu Sya�tsa dari Abu Sya�tsa dari Masruq yang bersumber dari 'Aisyah r.a.. . 

Abu Hurairah r.a. bercerita:

Sandal Rasulullah saw. mempunyai dua tali qibal. Demikian pula halnya dengan sandal Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. Sedangkan orang yang pertama kali mengikatkan satu ikatan adalah Utsman r.a..

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Mazruq - Abu Abdillah dari Abdurrahman bin Qais -  Abu Muawiyah - dari Hisyam dari Muhammad yang bersumber dari Abu Hurairah r.a..
Keterangan : Abdurrahman bin Qais dituduh oleh Abu Zur ah dan lain lainnya sebagai pendusta. Sedangkan Ibnu Hajar dan Imam adz-Dzahabi menyebutnya sebagai orang yang tidak termuat dalam Kutubus Sittah (Kitab Hadits yang enam).
Demikian penjelasan lengkap mengenai sandal Rasulullah SAW dan adab dalam menggunakannya. Semoga informasi ini bermanfaat, dan jangan lupa share agar semakin banyak soudara-soudara kita yang mengetahuinya. .Bagi Anda yang ingin membaca semua isi kitab Asy-Syama-ilul Muhammadiyyah yang membahas lengkap, Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah SAW, silahkan bisa klik di sini.

Belum ada Komentar untuk "Penjelasan Mengenai Sandal Rasulullah SAW, dan Tata Cara Penggunaannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel