Minyak Wangi Rasulullah SAW Menurut Kitab Asy-Syama-ilul Muhammadiyyah


Minyak wangi Rasulullah merupakan salah satu informasi penting, khususnya bagi kita umat muslim. Dengan mengetahuinya, maka selain bisa semakin menunjang penampilan kita pun bisa semakin bisa memperbanyak mempraktekan sunah.

Pada postingan kali ini, kita akan membahas tentang minyak wangi Rasulullah saw. seperti yang telah dijelaskan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya Asy-Syama-ilul Muhammadiyyah. Adapun pembahsan mengenai bab ini adalah sebagai berikut:

Anas bin Malik r.a. memberitakan:

Rasulullah saw. mempunyai tempat minyak wangi untuk mewangikan badannya.

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Rafi' dan selainnya, mereka menerima dari Abu Ahmad az-Zubairi dari Syaibani dari Abdullah bin al-Mukhtar dari Musa bin Anas yang bersumber dari bapaknya, Anas bin Malik r. a..

Keterangan :
Anas bin Malik adalah seorang Qadli (hakim) kota Bashrah.

Tsumamah bin 'Abdullah r.a bercerita:


Anas bin Malik r.a. tidak pernah menolak minyak wangi.
Anas r.a. berkata, �'Sesungguhnya Nabi saw. tidak pernah menolak minyak wangi.�

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar dari 'Abdurrahman bin Mahdi dan Azrah bin Tsabit yang bersumber dari Tsumamah bm 'Abdullah r.a..

Ibnu 'Umar r.a. memberitakan:

Rasulullah saw. bersabda, �Tiga hal yang tidak sepatutnya ditolak (oleh seorang tamu), yaitu: Bantal, minyak wangi dan susu.�

Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa�id dari Ibnu Abi Fudaik dari �Abdullah bin Muslim bin Jundub dari ayahnya yang bersumber dari Ibnu 'Umar r.a..

Abu Hurairah r.a. memberitakan:


Rasulullah saw. bersabda, �Wewangian laki-laki ialah yang harum baunya dan tersembunyi warnanya. Sedangkan wewangian wanita ialah yang cemerlang warnanya dan tersembunyi baunya.�

Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan dari Abu Daud al-Hafariyyi dari Sufyan dari al-Jurairi dari Abu Nadlrah dari seseorang yang bersumber dari Abu Hurairah r.a..


Abu 'Utsman an-Nahdi mengkhabarkcm:


Rasulullah saw. bersabda �Bila salah seorang (lari kalian dibari kembang, maka� Jangan ditolak Sesungguhnya 1a berasal dari surga.�

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Khalifah dan diriwayatkan pula oleh 'Amr bin 'Ali, keduanya menerima dari Yazid bin Zumi dari Hajjaj as-Shawaf dari Hanan yang bersumber dari Abu Utsman an-N'ahdi.

Keterangan :

  • Abu �Isa (Imam Tirmidzi) menerangkan bahwa ia tidak mengetahui apakah ada lagi hadits yang di antara sanadnya ada Hanan. Sepengetahuannya hanya hadits ini saja. Sedangkan menurut Hatim di dalam kitab �Al-Jarhu wat Ta'dil� disebutkan bahwa Hanan al-Asadi adalah dari golongan Bani Asad bin Syuraik, shahabat dari golongan hamba.
  • Hadits ini mursal, sebab Abu �Utsman an-Nahdi walau sudah masuk Islam pada masa Rasulullah saw.. namun tak sempat bertemu dengan beliau. Dengan demikian, ia tak dapat digolongkan shahabat. Ia wafat pada tahun 95 H. dalam usia 130 tahun. 

Jarir bin 'Abdullah r.a. bercerita:


Aku dibawa hadir di hadapan 'Umar bin Khaththab r.a.. Ia (Jarir) melepaskan selendangnya dan berjalan hanya dengan sarung. Maka berkatalah 'Umar r.a. kepadanya, �Pakailah selendangmu!�
Kemudian kepada orang banyak 'Umar berkata, �Tidak ada orang yang pernah kulihat lebih tampan rupanya daripada Jarir, kecuali apa yang pernah sampai kepada kita riwayatnya tentang rupa Nabi Yusuf as-Shiddiq a.s..�

Diriwayatkan oleh 'Umar bin Isma'il bin Mujalid bin Sa'id  al-Hamdani dari ayahnya dari Bayan dari Qais bin Abu Hazim yang bersumber dari Jarir bin 'Abdullah r.a..

Keterangan :

  • Jarir bin 'Abdullah adalah shahabat: yang termasyhur, ia merupakah tokoh kabilah Bujailah, tubuhnya tinggi dan berwajah tampan, hingga. digelari Yusufnya umat ini. Ia wafat pada tahun 51 H.
  • Mujalid bin Sa'id al-Hamdani digolongkan rawi yang dla'if dan matruk, demikian pendapat adz-Dzahabi.

Demikian pembahasan mengenai minyak wangi Rasulullah saw. Bagi Anda yang ingin membaca semua isi kitab Asy-Syama-ilul Muhammadiyyah yang membahas lengkap, Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah SAW, silahkan bisa klik di sini.

Belum ada Komentar untuk "Minyak Wangi Rasulullah SAW Menurut Kitab Asy-Syama-ilul Muhammadiyyah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel