Bantuan Sembako Diganti Dengan Uang Tunai Rp 200.000


Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) tidak akan diberikan berbentuk barang. Para penerima BPNT pun diminta memastikan melalui cekbansos.kemensos.go.id untuk mengetahui apakah sudah menerima atau belum.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Asep Sasa Purnama mengatakan Kemensos saat ini sudah tidak lagi memberikan bansos dalam bentuk barang maupun sembako sejak Januari 2021.

"Penerima BPNT adalah keluarga miskin dan rentan, data tidak ganda, padan dengan NIK, serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," ujar Asep di Jakarta (8/6/2021).

Asep menjelaskan, Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) atau Bantuan Sembako, tidak diberikan dalam bentuk barang, melainkan dalam bentuk uang yang dikirim ke rekening penerima melalui Himpunan Bank Negara (Himbara)

Adapun penerima BPNT tersebut adalah keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), padan dengan nomor induk kependudukan (NIK), dan tidak memiliki data ganda.

Untuk program bantuan BPNT, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp42,5 triliun yang menyasar sebanyak Rp18,8 juta KPM di seluruh Indonesia.

BPNT diberikan setiap bulan dari Januari hingga Desember 2021 Rp200 ribu melalui mekanisme akun elektronik dan hanya untuk membeli bahan pangan di e-warong yang bekerja sama dengan bank.

Dari Rp200 ribu tersebut dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan, berupa beras 15 kg, telur 1 kg, kacang hijau 1/2 kg, atau buah jeruk.

Untuk informasi, per 20 April 2021 bansos berupa bantuan sosial tunai (BST) telah dihentikan oleh Kemensos.

Sumber : economy.okezone.com

Belum ada Komentar untuk "Bantuan Sembako Diganti Dengan Uang Tunai Rp 200.000 "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel